BMKG Luncurkan National Digital Forecast Berbasis Kecamatan

Achmad Fardiansyah , Okezone · Jum'at 23 Maret 2018 20:04 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 23 337 1877163 bmkg-luncurkan-national-digital-forecast-berbasis-kecamatan-v6IAlE85mT.jpeg Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (Foto: Ist)

JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluncurkan sistem prakiraan cuaca berbasis kecamatan sebagai upaya meningkatkan kualitas dan jenis layanan informasi cuaca. Peluncuran sekaligus dalam rangka memperingati Hari Meteorologi Dunia ke- 68.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, tema yang diangkat pada Hari Meteorologi tahun ini “Weather Ready Climate Smart”. BMKG sebagai refrensi bagi pemerintah dan masyarakat, maka perlu meningkatkan layanan berbasis digital dan terintegrasi secara nasional.

“Inovasi yang dilakukan oleh BMKG bukan hanya terkait teknologi digital saja, melainkan juga menambah jangkauan daerah prakiraan dari skala kabupaten menjadi kecamatan. Serta, peningkatan waktu prakiraan dari 3 hari menjadi 7 hari ke depan dengan jangka waktu prakiraan setiap 3 jam dari sebelumnya setiap 6 jam,” ujar Dwikorita saat melakukan peluncuran di Gedung BMKG, Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Menurut Dwikorita, peluncuran sistem ini diinisiasi bersama empat provinsi, yaitu DKI Jakarta, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Bali sebagai bentuk dukungan dalam penyelenggaraan event bertaraf internasional Asian Games dan sidang International Monetary Fund (IMF).

(Baca Juga: Warga Aceh Keluhkan Cuaca Panas Menyengat, Ini Penjelasan BMKG)

BMKG juga telah terkoneksi dengan World Weather Information System (WWIS) di bawah koordinasi World Meteorological Organization (WMO). Sehingga prakiraan cuaca di wilayah Indonesia dapat diakses melalui laman milik lembaga meteorologi dunia itu yang menghubungkan Indonesia dalam platform global serta dapat diakses dari seluruh dunia.

Selain itu, Dwikorita berharap, dengan adanya peluncuran sistem prakiraan cuaca ini bisa menambah ilmu bagi para taruna maupun taruni Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) Jakarta.

“Dibuatnya berbagai inovasi dari BMKG bukan hanya untuk memberikan informasi kepada masyarakat saja tentang prakiraan cuaca, melainkan menjadi ilmu untuk para taruna MKG dalam pembuatan tulisan maupun penelitian tentang meteorologi, klimatologi, dan geofisika, karena mereka adalah penerus kader pemimpin generasi yang cerdas cuaca dan iklim," katanya.

Sistem ini juga diharapkan dapat menjawab kebutuhan pemerintah dan masyarakat untuk kepentingan keselamatan infrastruktur dan transportasi darat, laut, udara serta pengurangan resiko bencana dan dampak perubahan iklim.

"Dengan luncurnya inovasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa BMKG merupakan salah satu lembaga meteorologi di kawasan Asia yang aktif berkontribusi dalam penyebaran prediksi dan peringatan dini cuaca dalam upaya pengurangan resiko bencana hidrometeorologi," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini