nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PBNU dan Muhammadiyah Teken 5 Kesepakatan Jaga NKRI

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Jum'at 23 Maret 2018 19:36 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 23 337 1877141 pbnu-dan-muhammadiyah-teken-5-kesepakatan-jaga-nkri-WRUisCmKDp.jpg PBNU dan Muhammadiyah teken lima kesepakatan menjaga NKRI (Foto: Achmad Fardiansyah)

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyyah membuat lima kesepakatan. Lima kesepakatan menyangku kemaslahatan kehidupan berbangsa dan bernegara itu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lima kesepakatan itu diteken Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj dan Ketua PP Muhammadiyyah Haedar Nashir di Gedung PBNU, di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (23/3/2018).

Poin pertama dalam kesepakatan itu, PBNU dan PP Muhammadiyyah konsisten mengawal konsensus para pendiri bahwa Pancasila dan NKRI adalah bentuk final dalan kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Indonesia adalah negara yang memiliki keanekaragaman etnis suku, golongan, agama yang tetap harus dijaga dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa," kata Said Aqil Siroj di Gedung PBNU.

Kedua, PBNU dan PP Muhammadiyyah memastikan akan proaktif dalam peningkatan taraf hidup dan kualitas hidup warga yang mengedepankan pendidikan dan karakter akhlakul karimah dan penguatan basis basis ekonomi keumatan, serta juga peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

"Ketiga, NU dan Muhammadiyah menyeru kepada pemerintah agar bersungguh-sungguh dalam upaya mengurangi angka kemiskinan dan angka pengangguran. Serta melakukan upaya upaya yang terukur agar kesenjangan ekonomi dan sosial segera teratasi dengan baik," timpal Haedar.

Selanjutnya, Said Aqil dan Naser menegaskan, seluruh warga NU dan Muhammadiyah diharapkan agar bersama-sama membangun iklim dan suasana yang kondusif dalam kehidupan kemasyarakatan dan keberagaman di tengah era sosial media yang membutuhkan kehati-hatian lebih.

"Mengingat bertebarannya berbagai macam informasi hoaks, ujaran kebencian dam fitnah yang berpotensi menganggu keutuhan bangsa. NU dan Muhammadiyah berkomitmen untuk menghadirkan narasi yang mencerahkan melalui ikhtiar-ikhtiar dalam bentuk penguatan dan peningkatan literasi digital sehingga terwujud masyarakat informatif yang berakhlakul karimah," ujar Said dan Naser saat membacakan pernyataannya.

Selanjutnya, memasuki 2018, masyarakat akan menghadapi tahun politik sehingga NU dan Muhammadiyah mengimbau masyarakat agar di tahun politik dijadikan sebagai bagian dari cara kita sebagai bangsa untuk melakukan perubahan-perubahan yang berarti bagi bangsa dan negara.

"Hendaknya dalam demokrasi perbedaan jangan sampai menjadi sumber perpecahan. Perbedaan harus dijadikan rahmat yang menopang harmoni kehidupan yang beranekaragam. Karena demokrasi tidak sekadar membutuhkan kerelaan hati menerima adanya perbedaan pendapat dan perbedaan pikiran, namun demokrasi juga membutuhkan kesabaran, ketelelitian, dan cinta kasih antarsesama," kata Said dan Naser.

"Di tahun politik ini, kita harus bergandengan tangan, saya dan Pak Haedar sepakat menciptakan ketenangan kedamaian. Pilkada berjalan tapi kita komitmen membuat kenyamanan ketenangan. Sebab, kita bukan bangsa jahiliyah yang biadab, bukan bangsa yang gak ngerti aturan," imbuhnya.

Penandatanganan kesepakatan itu juga dihadiri Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti dan Sekjen PBNU HA Helmy Faishal Zaini beserta jajarannya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini