nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

PDIP Sebut Setnov Berupaya Keras Jadi Justice Collaborator

Bayu Septianto, Jurnalis · Kamis 22 Maret 2018 14:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 22 337 1876452 pdip-sebut-setnov-berupaya-keras-jadi-justice-collaborator-BQCpu2i26a.jpg Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto

JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto (Setnov) menyebut nama dua petinggi politikus PDI Perjuangan, Puan Maharani dan Pramono Anung menerima uang sebanyak USD500 ribu dalam proyek pengadaan e-KTP. Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto pun membela.

Hasto menilai apa yang diucapkan oleh Novanto merupakan upaya mantan Ketua DPR RI itu menyandang status pelaku yang bekerja sama dengan KPK atau dikenal istilah justice collaborator (JC) dalam kasus korupsi pengadaan e-KTP.

"Kami juga mengamati kecenderungan terdakwa (Setnov) dalam kasus tipikor menyebut sebanyak mungkin nama, demi menyandang status justice collaborator," kata Hasto dalam keterangannya, Kamis (22/3/2018).

Dalam kasus tersebut, mantan Ketua Umum Partai Golkar itu mengajukan dirinya untuk menjadi justice collaborator. Namun, hingga kini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mengabulkannya. KPK masih menilai belum ada informasi yang spesifik yang diberikan Novanto kepada penyidik KPK ataupun dalam persidangan.

(Baca Juga: Setnov Sempat Konfirmasi Uang USD500 Ribu ke Pramono Anung)

PDI Perjuangan, lanjut Hasto tegas meyakini bila Novanto berusaha agar pengajuan sebagai justice collaborator diteirma oleh KPK.

"Apa yang disampaikan Pak Setya Novanto hari ini pun, kami yakini sebagai bagian dari upaya mendapatkan status tersebut demi meringankan dakwaan," tegasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini