nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Dua Pesan JK agar Kasus Skimming ATM Tidak Terulang

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 20 Maret 2018 16:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 20 337 1875463 dua-pesan-jk-agar-kasus-skimming-atm-tidak-terulang-PrtwvJAltd.jpg Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Foto: Fahreza Rizky/Okezone)

JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) angkat bicara terkait maraknya pembobolan dana nasabah di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) melalui metode skimming. JK pun memberi dua pesan kepada pihak-pihak terkait agar kejadian serupa tidak terulang.

"Ada dua hal. Pertama, bank harus memproteksi sistemnya. Kedua, polisi menangkap mereka sebagai kejahatan," kata JK di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/3/2018).

Ia menerangkan, pelaku pembobolan ATM melalui skimming merupakan tindak kriminal. Oleh karena itu, aparat diminta menindak tegas mereka yang sudah tertangkap dan mengejar pelaku lainnya.

"Itu kriminal. Artinya, mereka memahami kelemahan IT yang ada dan mereka membobolnya. Jadi kriminal, murni kriminal," ucap JK.

(Baca: Satpam Penangkap Pelaku Skimming Akan Dapat Penghargaan dari Kepolisian)

Politikus senior Partai Golkar ini menambahkan, berdasarkan informasi yang didapat dari pihak kepolisian, sindikat skimming tersebut telah membobol ATM yang ada di 62 bank. Adapun puluhan bank itu terdapat di dalam dan luar negeri.

"Ada 62 bank menurut polisi. Ada 62, bukan hanya bank di Indonesia, tapi di luar negeri juga," terang JK.

Ia menyebut mesin ATM milik bank yang dibobol para pelaku memiliki kelemahan. Maka itu, bank terkait diminta bertanggung jawab kepada nasabah yang kehilangan uangnya, serta memperbaiki sistemnya.

"Kalau terjadi kelemahan begitu, itu tanggung jawab bank masing-masing. Berarti ada kelemahan di sistem yang perlu diperbaiki," tegasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, lima pelaku skimming ditangkap Tim Unit 4 Subdit Resmob Polda Metro Jaya. Keempatnya merupakan warga negara asing, yakni dari Rumania dan Hungaria. Sedangkan satu pelaku berasal dari Indonesia.

Mereka adalah Caitanovici Andrean, Raul Kalai, dan Ionel Robert asal Rumania. Kemudian Ferenc Hugyec asal Budapest, Hungaria. Lalu Milah Karmilah asal Bandung.

(Baca: Kompolnas Minta Perbankan Bisa Mengamankan Data Nasabah)

Berdasarkan keterangan kepolisian, para pelaku memasang alat skimmer di lubang atau tempat memasukkan kartu ATM. Sindikat ini juga menempel kamera tersembunyi (spycam) tepat di atas lubang kartu untuk mendapatkan PIN. Kamera tersebut berfungsi merekam PIN nasabah saat bertransaksi di mesin ATM.

Para pelaku yang ditangkap oleh pihak kepolisian mendatangkan alat skimming dari luar negeri. Alat-alat itu kemudian ditempel di mesin ATM yang sepi dan dianggap aman oleh kelompok khusus atau yang biasa mereka sebut tim operasional.

Guna menekan kejahatan skimming, pihak kepolisian akan bekerja sama dengan otoritas perbankan dan Interpol.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini