nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini 7 Kota Layak Huni di Indonesia, Nomor 4 Favorit Para Turis

Annisa Ulva Damayanti, Jurnalis · Senin 19 Maret 2018 17:38 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 19 337 1874943 ini-7-kota-layak-huni-di-indonesia-nomor-4-favorit-para-turis-vrryqP6i3D.jpg Penarik becak di Kota Solo Foto: Kotawisataindonesia

JAKARTA - Sebuah hunian yang nyaman tentunya berkaitan dengan kota yang kita pilih untuk tinggali. Predikat Kota layak huni ( Livable City) menjadi salah satu parameter yang bisa menjadi penilaian akan kota tersebut.

Untuk dapat menentukan indikator kota layak huni di Indonesia, Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Indonesia melakukan survei yang dilakukan setiap dua tahun sekali. Survei yang bertajuk Most Liveable City Index (MLCI) pada 2017 ini berbasis pada persepsi warga kota mengenai kelayakhunian kota tempat tinggalnya.

IAP Indonesia menilai bahwa kota layak huni dapat terlihat dari berbagai aspek fisik seperti pembangunan infrastruktur, perencanaan, hubungan sosial, kegiatan ekonomi hingga kesejahteraan yang didapatkan masyarakatnya.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan IAP Indonesia di Tahun 2017, muncullah 7 nama kota yang termasuk ke dalam top tier city (di atas rata-rata). Kota-kota tersebut antara lain Solo, Palembang, Balikpapan, Denpasar, Tangerang Selatan (Tangsel), Semarang dan Banjarmasin.

Solo menempati posisi teratas sebagai kota layak huni dengan capaian nilai kelayakan sebesar 66,9 persen. Kota yang kental dengan budaya Jawa itu dinilai memiliki tingkat toleransi yang tinggi dengan keramahan tutur kata masyarakatnya. Berikut ini adalah rincian livable city yang telah Okezone rangkum:

1. Solo

Salah satu kota heritage di wilayah Jawa Tengah ini, kembali mendapatkan angka kelayakan tertinggi sebagai kota hunian setelah gelar yang sama didapatkan pada survei IAP Indonesia tahun 2014 yang lalu. Meskipun capaian angka kelayakannya mengalami penurunan dari 69.38 persen menjadi 66.9 persen, beragam kelebihan kotanya menjadikan Solo tetap diminati sebagai tempat tinggal yang nyaman.

Meski secara geografis wilayahnya tak seluas kota lain, Kota Solo mampu menyediakan akses mobilisasi serta fasilitas yang tak bisa dianggap remeh. Pembangunan berbagai infrastruktur serta penyediaan hunian yang layak bagi warganya juga terus dilakukan oleh pihak pemerintah kota. Sehingga Kota Solo menjadi kota idaman untuk bermukim.

2. Palembang

Palembang menjadi kota layak huni kedua setelah Solo. Capaian angka kelayakan hunian nyaman untuk Kota Palembang sebesar 66.6 persen

(Jembatan Ampera Ikon Kota Palembang. Foto: Palembangdjaya)

Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengaku sangat bangga dengan predikat yang didapatkan kota pimpinannya itu. Baginya, hal itu merupakan salah satu hasil penataan kota yang baik dan adanya peran masyarakat dalam menyuksekan program pemerintah kota, sehingga Palembang dapat menjadi kota yang nyaman untuk ditempati.

3. Balikpapan

Posisi ketiga pada hasil survei kota paling nyaman di Indonesia ditempati oleh Kota Balikpapan. Angka kelayakan huni yang didapatkan Balikpapan sebesar 65.8 persen dan berhasil mengungguli Bali.

Kota terbesar di Provinsi kalimantan Timur ini, terkenal sebagai kota dengan industri pengolahan minyak, gas serta jasa sebagai penggerak utama perekonomiannya.

4. Denpasar

Denpasar menjadi kota keempat sebagai kota layak huni (Livable City) dengan capaian angka kelayakan sebesar 65.5 persen. Pada survei sebelumnya, kota yang menjadi salah satu destinasi favorit para turis ini tidak berada dalam jajaran kota yang layak huni di Indonesia. Hal ini merupakan pencapaian yang baik karena dapat mengalahkan kota-kota besar lainnya di Indonesia.

(Festival ogoh-ogoh di Denpasar. Foto Antara)

5. Tangerang Selatan

Tangerang Selatan menempati posisi ke lima sebagai kota layak huni, dengan capaian angka sebesar 65.4 persen. Kota sebagai penopang wilayah ibukota ini menjadi salah satu kota baru yang dapat menjadi tempat yang dinilai layak dan nyaman untuk ditinggali.

6. Semarang

Kota Semarang menempati posisi keenam yang layak untuk dihuni. Hasil tersebut naik dua posisi setelah sebelumnya menempati posisi kedelapan pada survei IAP Indonesia tahun 2014. Capaian angka kelayakan yang didapatkan Semarang sebesar 65.4 persen.

(Lawang Sewu. Foto: Kotawisatasemarang

Meskipun memiliki tingkat biaya hidup yang lebih mahal dibandingkan kota di daerah Jawa Tengah lainnya, berbagai upaya terus dilakukan pihak pemerintah untuk mencukupi kesejahteraan masyarakatnya. Salah satunya melalui pemberian fasilitas dengan cuma-cuma seperti berobat gratis, sekolah gratis, dan rekreasi gratis.

7. Banjarmasin

Banjarmasin menempati posisi ketujuh sebagai kota yang layak untuk dihuni. Capaian angka kelayakan berdasarkan hasil survei sebesar 65.1 persen. Hal ini menunjukkan kenaikan karena pada survei IAP indonesia di tahun 2014, Banjarmasin hanya mencapai angka kelayakan sebesar 61.46 persen.

(Pasar Terapung. Foto: Destinasi-indonesia)

Selain kota- kota layak huni, survei yang dilakukan IAP Indonesia juga menunjukkan kota-kota yang dinilai tak layak huni oleh warganya sendiri. Aspek ketersediaan transportasi, keselamatan, kualitas air dan drainase, fasilitas pejalan kaki serta informasi pembangunan dan partipasi masyarakat dinilai menjadi lima indikator yang sangat mempengaruhi penilaian kota tidak layak huni tersebut.

Kota-kota tersebut yaitu Pontianak (62,0 persen), Depok (61,8 persen), Mataram (61,6 persen), Tangerang (61,1 persen), Banda Aceh (60,9 persen), Pekanbaru (57,8 persen), Samarinda (56,9 persen), Bandar Lampung (56,4 persen), Medan (56,2 persen), dan Makassar (55,7 persen).

Survey ini digelar di 26 kota dan 19 provinsi di Indonesia. Masing-masing kota diwakili oleh 100 hingga 200 responden (warga) yang menetap di kota tersebut. Margin of error survei ini sebesar 95% survei dengan menggunakan metode kuisioner skala likert.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini