nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sindikat Skimming "Bobol" 64 Bank Luar dan Dalam Negeri

Badriyanto, Jurnalis · Sabtu 17 Maret 2018 14:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 17 337 1874180 sindikat-skimming-bobol-64-bank-luar-dan-dalam-negeri-Q3c3oTMfqd.jpg Pelaku Skimming BRI di Polda Metro Jaya (foto: Badri/Okezone)

JAKARTA - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengungkapkan, selain Bank BRI juga terdapat puluhan bank lainnya, baik di luar maupun dalam negeri yang telah menjadi korban skimming atau dibobol oleh komplotan pelaku jaringan Internasional tersebut.

"Saya tambahkan, ini ada 64 bank di dalam dan luar negeri yang menjadi korban," kata Argo di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (17/3/2018).

Masing-masing tersangka yakni berinisial FH (26) asal Negara Hungaria, sedangkan IRT (27), LN (27) dan ASC (34) warga negara Romania, dan dibantu oleh MK (29) seorang warga negara Indonesia. Para pelaku itu mulai melancarkan aksinya sejak Oktober 2017 silam.

 (Baca juga: Peran Wanita Indonesia Anggota Sindikat Luar Negeri Kasus Skimming ATM Bank BRI)

Sementara itu, jumlah pasti total keuntungan yang mereka peroleh selama ini masih sedang didalami oleh penyidik bersama pihak Bank Indonesia (BI). Dugaan sementara, meraka telah berhasil mengumpulkan miliaran rupiah yang kemudian ditransfer ke luar negeri.

"Untuk total belum dapat pasti, yang terpenting miliaran rupiah," ucap mantan Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur itu.

Menurut Argo, selama ini para pelaku diketahui beraksi di tiga kota besar, yakni Bali, Yogyakarta dan Jakarta. Di kota-kota itu mereka menempel skimming di berbagai ATM sepi untuk memperoleh data nasabah untuk dikuras saldonya.

 (Baca juga: Pelaku Skimming ATM BRI Datangkan Alat Canggih dari Luar Negeri)

Para tersangka itu sudah mendekam di rumah tahanan Mapolda Metro Jaya, meraka dijerat Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 46 junto Pasal 30 dan Pasal 47 junto Pasal 31 ayat 1 dan 2 UU Nomor 19 Tahun 2016, dengan ancaman hukuman paling ringan 7 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini