nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaku Skimming ATM BRI Datangkan Alat Canggih dari Luar Negeri

Badriyanto, Jurnalis · Sabtu 17 Maret 2018 14:08 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 17 337 1874170 pelaku-skimming-atm-bri-datangkan-alat-canggih-dari-luar-negeri-mPN8TDt1K3.jpg Pelaku Skimming BRI di Polda Metro Jaya (foto: Badri/Okezone)

JAKARTA - Aparat Polda Metro Jaya mengungkap komplotan pembobol ATM nasabah sejumlah bank di Indonesia dengan menggunakan metode pencurian data atau disebut skimming. Pelaku jaringan Internasional itu memasang skimmer dan spycam pada lubang mesin ATM untuk merekam data-data calon korban.

Direktur Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Nico Afinta menyampaikan, masing-masing tersangka yakni berinisial FH (26) warga negara Hungaria, kemudian IRT (27), LN (27) dan ASC (34) warga negara Romania, serta seorang warga negara Indonesia MK (29). Mereka mendatangkan alat canggih itu dari luar negeri.

"Mereka sudah menyediakan alat-alat mulai dari softwarenya, hardware, serta kamera kemudian melalui alat skimming dimasukan dan alat ini berasal dari luar negeri dan dimasukkan ke dalam negeri," kata Nico di kantornya, Jakarta, Sabtu (17/3/2018).

 (Baca juga: Polisi Tangkap 5 Orang Diduga Pelaku Kejahatan Skimming Bank BRI)

Alat-alat itu kemudian ditempel ditempatkan di mesin ATM yang sepi dan dianggap aman oleh kelompok khusus atau yang biasa mereka sebut tim operasional.

Dijelaskan Nico, dengan menggunakan skimming dan kamera yang telah diatur rapi itu, para pelaku itu dengan mudah mendapatkan data nasabah bank. Data itu kemudian dipindahkan ke kartu-kartu ATM milik mereka dan menguras semua saldo korban.

"Kelompok yang mengambil uang kemudian mentransfer dimana kelompok ketiga ini, mereka setelah mendapatkan data yang ter-ambil dari ATM tertentu yang sudah dipasang alat kemudian mereka memindahkan ke kartu-kartu ini, ada beberapa melalui Bitcoin," pungkasnya.

 (Baca juga: Polisi Sita Ribuan Kartu ATM dari Pelaku Skimming Bank BRI)

Kini, para tersangka itu sudah mendekam di rumah tahanan Mapolda Metro Jaya, meraka dijerat Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 46 junto Pasal 30 dan Pasal 47 junto Pasal 31 ayat 1 dan 2 UU Nomor 19 Tahun 2016, dengan ancaman hukuman paling ringan 7 tahun penjara.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini