nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kasus Perusakan Gereja di Ogan Ilir, Polri: Itu Bukan Urusan Agama

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 15 Maret 2018 11:46 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 15 337 1873069 kasus-perusakan-gereja-di-ogan-ilir-polri-itu-bukan-urusan-agama-ptjBuAgs38.jpg Kadiv Humas Mabes Polri Setyo Wasisto

JAKARTA - Gereja Katolik Santo Zakaria yang terletak di Dusun III Desa Mekar Sari Kecamatan Rantau Alai Kabupaten Ogan Ilir dirusak oleh sejumlah orang tidak dikenal pada Kamis 8 Maret 2018.

Mengenai hal itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto menyatakan bahwa pihaknya sudah menemui titik terang terkait penyerengan dan pengerusakan terhadap rumah ibadah umat Kristiani tersebut.

"Itu sudah ada titik terang, bahwa pertama itu bukan masalah agama," ungkap Setyo di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/3/2018).

Setyo mengatakan, perusakan terhadap gereja itu dikarenakan adanya masalah ketidakpuasan para pelaku saat pemilihan Kepala Desa di wilayah tersebut.

"Pengerusakan itu adalah masalah residu dari pemilihan Kepala Desa ada orang tidak puas ya," katanya.

(Baca Juga: Pelaku Perusakan Gereja di Ogan Ilir Masuk dengan Cara Merusak Dinding)

Sebelumnya diketahui, Gereja Katolik Santo Zakaria di Kecamatan Rantau Alai, Ogan Ilir, Sumatera Selatan dirusak orang tak dikenal. Perusakan itu dilakukan sejumlah orang dengan menerobos pintu depan dan berupaya membakar benda yang ada di sana.

Kapolres Ogan Ilir, AKBP Gazali Ahmad menuturkan bahwa perusakan itu terjadi Kamis 8 Maret 2018, sekira pukul 00.30 WIB. Pelaku diketahui berjumlah enam orang dengan mengendarai tiga sepeda motor.

“Mereka datang dan masuk ke gereja dengan cara merusak pintu, memecahkan kaca, merusak kursi-kursi dan mengacak-acak ruangan dalam gereja kemudian mengumpulkan patahan kursi ditumpuk di dalam ruangan gereja lalu dibakar. Beruntung, api belum sempat membesar sudah dapat dipadamkan oleh wargam," jelas Gazali.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini