nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri: 1,1 Juta Personel Gabungan Dikerahkan Jaga Pilkada 2018

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 14 Maret 2018 13:27 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 14 337 1872570 kapolri-1-1-juta-personel-gabungan-dikerahkan-jaga-pilkada-2018-z2lzGnZt6R.jpeg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut sebanyak 1.107.310 personel gabungan akan dikerahkan untuk menjaga keberlangsungan jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 di 171 provinsi, kabupaten/kota di Indonesia.

"Jumlah pasukan yang kami libatkan untuk Pilkada serentak sebanyak 1.107.310 personel," ujar Tito di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Tito memaparkan personel gabungan itu terdiri dari Polri dengan184.013 personel, pihak TNI dengan 99.559 personel, pihak terkait lainnya 823.738. Nantinya, sambung Tito, pengamanan akan dilakukan di beberapa tempat Pilkada yang dianggap rawan.

 (Baca: KPU Gandeng TNI-Polri Distribusikan Logistik Pilkada 2018)

"Nanti seperti biasa ada pembagian ring satu ring dua dan tiga. TPS yang kami anggap aman, rawan, dan sangat aman. Di daerah ada 13 calon tunggal, itu relatif aman," papar Tito.

Tito melanjutkan, demi menjaga keamanan saat pelaksanaan Pilkada, Polri dan TNI sudah melakukan latihan bersama untuk menciptakan kondisi aman dan kondusif dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

"Kami otomatis pengamanan akan kendor. Petugas akan kami kerahkan ke daerah yang kami anggap rawan. Dengan kekuatan ini kami merasa confiden. Crossing antar partai, isu agama tidak muncul, isu agama tidak muncul," papar Tito.

Terkait anggaran pengamanan tersebut, Tito mengatakan seluruh biaya akan menggunakan APBD daerah yang melaksanakan Pilkada. Setidaknya, saat ini, sudah 64,6 % anggaran pengamanan tersebut sudah dipenuhi.

 (Baca juga: PPATK Cegah Transaksi Dana Mencurigakan selama Pilkada 2018)

Sementara itu, Tito menyatakan bahwa apabila anggaran APBD tidak cukup, maka dia akan menggunakan dana taktis atau kontingensi dari Polri sebanyak Rp300 miliar.

"Yang bisa kami gunakan untuk keadaan tertentu. Maka kami bisa bergerak dengan cepat. Dengan sistem back up antar wilayah. Kalau kurang akan ditambang dari Mabes Polri dan satuan TNI," tutup Tito.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini