nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Bamsoet: Pilkada Langsung Lebih Banyak Mudaratnya

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 12 Maret 2018 15:35 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 03 12 337 1871481 banyak-kepala-daerah-kena-ott-bamsoet-pilkada-langsung-lebih-banyak-mudaratnya-S6php4T2Vp.jpg Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Foto: Bayu Septianto/Okezone)

JAKARTA – Ketua DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengaku sempat membahas maraknya kepala daerah yang terseret praktik tindak pidana korupsi dalam beberapa waktu belakangan ini bareng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Kata Bamsoet, setelah melihat indikasi korupsi yang dilakukan kepala daerah tersebut, ternyata banyak pejabat daerah yang tersandung kasus karena mahalnya ongkos untuk mencalonkan diri di Pilkada Serentak 2018.

"Kami memberikan masukan (ke KPK), berdasarkan masukan dari masyarakat. Sebagian publik menilai Pilkada langsung lebih banyak mudarat ketimbang manfaatnya," kata Bamsoet usai menghadiri acara pelaporan keuangan KPK di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (12/3/2018).

Bamsoet menjelaskan alasan Pilkada langsung lebih banyak mudarat daripada manfaatnya. Sebab, kata dia, banyak kepala daerah yang akan mencalonkan lagi terkendala ongkos kampanye pilkada yang mahal. "Dan akhirnya, ujung-ujungnya korupsi," sambungnya.

(Baca Juga: KPK Pastikan Semua Calon Kepala Daerah Bisa Jadi Tersangka Korupsi)

Dalam kesempatan‎ itu, Bamsoet meminta KPK mengkaji kembali laporan banyaknya kepala daerah yang tersangkut kasus rasuah karena biaya Pilkada yang terlalu tinggi.

"‎Kita minta KPK untuk melakukan pengkajian apakah benar apa yang disampaikan sebagian masyarakat kepada kami (DPR) bahwa Pilkada langsung ini lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya," pungkasnya.

(Baca Juga: Wiranto Akan Panggil Mendagri dan Pimpinan KPK Bahas OTT Calon Kepala Daerah)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini