nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pimpinan TV MNC Group Penuhi Undangan Bawaslu

Taufik Fajar, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 20:49 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 09 337 1870519 pimpinan-tv-mnc-group-penuhi-undangan-bawaslu-XKRR1MsSSW.jpg Pimpinan MNC Group memenuhi undangan Bawaslu terkait penyiaran iklan (Foto: Taufik Fajar)

JAKARTA - Pimpinan TV MNC Group mendatangi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat untuk memenuhi panggilan terkait penyiaran. Pimpinan stasiun televisi yang dimaksud adalah iNews TV, RCTI dan GTV.

Director Legal Corsec dan Networking iNews TV, Wijaya Kusuma menyatakan, telah mendapatkan undangan dari Bawaslu dari dua hari yang lalu. Namun, baru hari ini bisa memenuhi undangan tersebut.

"Kita tidak bisa datang tepat itu, karena masih mengumpulkan berkas dan kita sedang melakukan konsultasi kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), terlebih dahulu. Karena ranah penyiaran itu KPI. Tapi, kita sangat menyesalkan dengan adanya pemberitaan tentang pihak kami mangkir terhadap undangan Bawaslu," ujar Wijaya Kusuma di Kantor Bawaslu, Jumat (9/3/2018).

Kepada Bawaslu, pihaknya menjelaskan bahwa iklan partai politik sudah tidak ada lagi di stasiun televisi naungan MNC Group. Keputusan untuk tidak menayangkan iklan partai politik ini dilakukan setelah berkonsultasi dengan KPI.

"Jadi, intinya kami mematuhi dan memenuhi peraturan perundangan yang berlaku saat ini," tuturnya. 

Adapun alasan iklan partai politik tersebut masih ditayangkan, lanjut dia, karena pihaknya mendapatkan informasi tentang adanya keputusan Mahkamah Agung. Di mana, isinya mencabut surat edaran KPI tentang larangan iklan partai politik.

"Dengan adanya hal itu, kita berasumsi, kita tetap boleh menanyakan iklan partai politik," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu RI, Abhan mengatakan, kedatangan pimpinan dari tiga stasiun televisi MNC Group ke Bawaslu memang untuk memenuhi undangan klarifikasi terkait iklan partai politik.

"Tadi saya memulai pertemuan itu saja, nanti prosesnya akan dilalui oleh tim kita yang akan melakukan klarifikasi," pungkasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini