nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bareskrim Tangkap Perempuan Pembobol Rekening Nasabah Bank DBS Singapura

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 09 Maret 2018 11:16 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 09 337 1870119 bareskrim-tangkap-perempuan-pembobol-rekening-nasabah-bank-dbs-singapura-bWE8ardzGB.jpg Petugas mengawal perempuan pelaku pembobolan rekening Bank DBS Singapura (Putera/Okezone)

JAKARTA – Aparat Bareskrim Polri menangkap seorang perempuan berinisial BFH karena diduga telah melakukan tindak pidana transfer dana tanpa hak dan atau pemalsuan uang dan pencucian uang. Dia diduga telah melakukan pembobolan rekening terhadap nasabah Bank DBS Singapura.

"Pelaku dimanfaatkan kelompok orang asing. Modusnya email hijacking (pembajakan email)," kata Direktur Tipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Aksi pelaku modusnya dengan menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) palsu dengan inisial FFA untuk membuka rekening tabungan di Bank Danamon.

Kemudian rekening tersebut pada 3 Maret 2017 telah menerima dana hasil kejahatan pembobolan rekening Dali Agro Corps di Bank DBS Singapura sebesar USD50.000 atau setara dengan nilai Rp662.617.450.

"Setelah dana masuk sebesar USD50.000 dana tersebut ditarik tunai sekitar 22 kali dengan cara penarikan di beberapa kantor cabang Bank Danamon, beberapa mesin ATM dan pemindahbukuan pada rekening lainnya," tutur Agung.

Agung menjelaskan, berdasarkan pengakuan dari tersangka, dirinya membuka rekening di Bank Danamon itu karena permintaan dari seseorang berinisial MCI. Saat ini, kata Agung, MCI sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) pihaknya.

"Penarikan dana tersebut menurut pengakuan tersangka telah menyerahkan dana tersebut untuk kepentingan teman-teman dan sebagian untuk keperluan pribadinya," ucap Agung.

Kasus ini berawal saat nasabah dari Green Palm Capital Corp dan Dali Agro Corps Bank DBS Singapura melaporkan telah terjadi transaksi tanpa hak tanpa seijin dari pemilik rekening.

Total nasabah dirugikan atas sembilan transaksi tersebut sebesar USD 1.860.000. Pihak yang dirugikan itupun akhirnya memutuskan untuk melakukan pelaporan ke Bareskrim Polro karena sebagian penerima dana ilegal itu kebanyakan mengalir ke beberapa pihak di Indonesia.

Atas perbuatannya perempuan itu disangka melanggar Pasal 85 Undang-Undang Nomor 3 tahun 2011 tentang Transfer Dana dan atau pasal 263 (2) KUHP dan Pasal 3 dan atau Pasal 5 dan atau 10 Undang-Undang Nomor 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian uang.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini