nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Hibahkan Barang Rampasan Kasus Nazaruddin dan Fuad Amin ke Polri

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Kamis 08 Maret 2018 11:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 08 337 1869548 kpk-hibahkan-barang-rampasan-kasus-nazaruddin-dan-fuad-amin-ke-polri-AsDBfILN2t.jpg Gedung KPK. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan barang rampasan aset dari tindak pidana korupsi ke Bareskrim Polri. Penyerahan itu langsung diberikan oleh pimpinan KPK ke Kabareskrim Komjen Ari Dono Sukmanto di acara Rakernis Bareskrim Polri.

Barang rampasan yang diberikan KPK ke Polri adalah aset dari terpidana Muhammad Nazaruddin berbentuk satu bidang tanah dengan luas 153 m2 beserta bangunan di atasnya dengan luas 600 m2 di Jalan Wijaya Graha Puri, Blok C Nomor 15 dan 16, Jakarta Selatan, bernilai Rp12,4 miliar.

Aset kedua adalah milik dari terpidana Fuad Amin berbentuk satu unit kendaraan roda 4 Toyota Kijang Innova Tahun 2010 senilai Rp257 juta.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyampaikan, jika pelanggar hukum bekerjasama, aparat penegak hukum juga harus bekerja sama. Semua pihak harus berusaha keras untuk memberantas korupsi di Tanah Air.

Laode kemudian menyoroti meningkatnya angka korupsi di Indonesia. Saat ini usia pelaku korupsi semakin muda atau menurutnya 'koruptor telah beregenerasi'.

(Baca juga: Pimpinan KPK Hibahkan Mobil dan Tanah Koruptor ke Polri)

"Kasus korupsi di Indonesia tercermin dari CPI (Corruption Perceptions Index) kita yang stagnan dari tahun kemarin. Padahal saya optimis CPI naik, namun karena kompositnya ditambah menjadi 9, yaitu bertambahnya komposit hubungan korupsi dengan partai politik, sehingga poinnya tidak naik," kata Laode di acara Rakernis Bareskrim Polri di Hotel Mercure, Ancol, Kamis (8/3/2018).

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto menganggap korupsi di Indonesia sudah jadi semacam anomali. Oleh karena itu, kerjasama antarpenegak hukum idak hanya di atas, tapi juga harus terwujud secara nyata.

"Pagi ini kita akan menerima penyerahan aset hasil penegakan hukum dari KPK untuk kepolisian. Oleh sebab itu, kita tahu bahwa KPK bukan hanya kerja, hasil kerjanya pun kita dikasih. Kami berharap ke depannya karena memang pendapatan penyidik kita ini terbatas, mungkin bisa dapat dorongan dan insentif dari kasus yang ditangani. Selain karena memang kewajiban, ini juga menjadi rangsangan untuk sungguh-sungguh supaya negara jangan sampai rugi karena korupsi," papar dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini