Pollycarpus dan Muchdi PR Gabung ke Partai Berkarya Bentukan Tommy Soeharto

Bayu Septianto, Okezone · Rabu 07 Maret 2018 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 07 337 1869074 pollycarpus-dan-muchdi-pr-gabung-ke-partai-berkarya-bentukan-tommy-soeharto-sPVnySafC9.jpg Pollycarpus Budihari (Okezone)

JAKARTA – Masih ingat Pollycarpus Budihari Priyanto? Mantan terpidana kasus pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib tersebut kini tercatat sebagai anggota Partai Berkarya. Selain Pollycarpus, Muchdi Purwoprandjono (PR) juga bergabung dalam partai bentukan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto tersebut.

Muchdi yang mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) juga pernah jadi terdakwa kasus kematian Munir Said. Di Partai Berkarya, Muchdi bahkan didaulat sebagai Ketua Dewan Kehormatan dan Wakil Ketua Dewan Pembina.

Sekretaris Jenderal Partai Berkarya, Badaruddin Andi Picung mengatakan, Pollycarpus yang juga mantan pilot Garuda Indonesia tersebut mendaftarkan diri sebagai anggota Partai Berkarya dari daerah Tangerang, Banten.

"Iya benar, jadi saat verifikasi parpol kemarin semua partai menjaring anggota-anggota dengan surat dari KPU kan minimal memiliki seper seribu anggota di setiap kabupaten dari penduduk yang ada," ujar Badarudin saat dikonfirasi, Rabu (7/3/2018).

Partai Berkarya, lanjut Badarudin tak melihat semua latar belakang setiap masyarakat yang akan mendaftarkan dirinya sebagai anggota. Bagi Partai Berkarya, calon anggota tersebut memenuhi syarat dasar yakni memiliki KTP, berumur minimal 17 tahun dan merupakan Warga Negara Indonesia.

Badarudin menjelaskan sama sekali tak ada perdebatan di internal partai terkait masa lalu yang disandang Pollycarpus. Pengurus DPP Partai Berkarya juga tak membatasi masyarakat yang ingin jadi anggota partainya.

"Kami di internal enggak ada masalah. Anggota biasa, dari 400-an ribu anggota kita, kita bermacam-macam latar belakangnya. Tidak ada kita mengungkit ungkit masa lalu orang apalagi hanya anggota biasa," paparnya.

Selain Pollycarpus, adapula nama mantan terdakwa pada kasus yang sama, yakni Muchdi Purwoprandjono yang menjadi Ketua Dewan Kehormatan dan Wakil Ketua Dewan Pembina.

(Baca juga: Siapa Dalang di Balik Kematian Pejuang HAM Munir Said?)

Serupa Pollycarpus, Muchdi juga pernah didakwa berperan dalam kasus pembunuhan Munir. Tetapi akhirnya pengadilan menyatakan dia tak bersalah.

Menurut Badarudin, Muchdi PR sejak awal terlibat dalam pendirian Partai Berkarya bersama Tommy Soeharto.

Sama seperti Pollycarpus, Badarudin menegaskan Partai Berkarya sama sekali tak melihat latar belakang sejarah Muchdi dalam kasus pembunuhan Munir. Bagi Berkarya, Muchdi memiliki andil bagi negara ini dengan sejunlah jabatan penting yang diembannya.

"Kalau betul-betul dia apa yang dituduhkan bukan itunya yang kami tonjolkan, beberapa tugas negara yang diemban beliau kan banyak juga," tuturnya.

(Baca juga: Ada Intervensi Hendropriyono dalam Pembebasan Pollycarpus?)

Nama Pollycarpus Budihari Priyanto pernah divonis 20 tahun penjara terkait kasus pembunuhan Munir. Adapun dalam kasus ini, Muchdi Pr yang merupakan mantan Deputi V Badan Intelijen Negara (BIN) divonis bebas dari dugaan tuduhan keterlibat pembunuhan Munir

Tewasnya akivis HAM itu pada 7 September 2004 ketika dalam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda. Munir tewas dalam pesawat karena dibunuh dengan racun arsenik yang dimasukkan ke dalam makanan.

Pollycarpus saat itu merupakan pilot Garuda yang sedang cuti. Polly menghirup udara bebas dari Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jumat 28 November 2014. Ia memperoleh pembebasan bersyarat dan sudah menjalani 8 tahun penjara.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini