nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Presiden Jokowi Ancam Copot Sofyan Djalil dari Jabatan Menteri Agraria

Agregasi Antara, Jurnalis · Selasa 06 Maret 2018 11:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 03 06 337 1868505 presiden-jokowi-ancam-copot-sofyan-djalil-dari-jabatan-menteri-agraria-VFsWX6UUyE.jpg Presiden Joko Widodo (Foto: Antara)

BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan tegas mengancam akan mencopot Sofyan Djalil dari jabatannya sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN jika yang bersangkutan tidak mampu memenuhi target sertifikasi tanah untuk rakyat.

Jokowi dalam acara penyerahan tanah untuk rakyat di Halaman Sirkuit Sentul, Babakan Madang, Selasa (6/3/2018) kembali menyampaikan ancaman tersebut kepada Sofyan Djalil.

"Saya sudah perintahkan kepada Pak Menteri, tahun ini tujuh juta (sertifikat) kalau enggak bisa ganti, saya copot," tegas Jokowi yang disambut tepuk tangan meriah dari ribuan masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Ancaman pencopotan itu sebenarnya sudah dilakukan berkali-kali bahkan setiap kali ketika acara penyerahan sertifikat tanah untuk rakyat dilakukan di berbagai daerah. Menteri Sofyan Djalil sendiri hanya tersenyum simpul saat mendengar pidato sang Kepala Negara.

"Menterinya juga nyuruh ke Kanwil BPN-nya kalau enggak sampai target copot juga. Kerja kalau enggak seperti itu ya enggak rampung-rampung," timpal Presiden.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan betapa persoalan sengketa lahan menjadi momok di negeri ini. Pada kunjungan kerja ke berbagai daerah selama ini ia mengaku kerap menerima keluhan terkait sengketa lahan. Menurut dia, sengketa lahan terjadi karena belum dimilikinya sertifikat oleh seseorang.

Sofyan Djalil Serahkan LHKPN ke KPK

"Kabupaten Bogor juga sama banyak sengketa karena rakyat belum pegang tanda bukti hak atas tanah. Kalau sudah pegang mau apa. Sudah enggak bisa apa-apa," tutur Jokowi.

Presiden pada kesempatan itu berpesan kepada masyarakat yang sudah menerima sertifikat untuk menjaga sertifikat dengan baik serta memperhitungkan dengan cermat jika akan mengagunkan sertifikat ke bank. Ia juga menyempatkan berdialog singkat dengan tiga perwakilan masyarakat memberikan quiz sederhana kemudian menghadiahkan sepeda kepada mereka.

Dalam kesempatan yang sama diserahkan 15.000 sertifikat kepada masyarakat di wilayah Bogor meliputi empat kecamatan. Tahun lalu lima juta sertifikat diserahkan kepada masyarakat, tahun ini ditargetkan jumlah itu naik menjadi tujuh juta sertifikat kemudian menjadi sembilan juta sertifikat dapat diserahkan kepada masyarakat pada 2019.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini