Share

Jaksa KPK Banding atas Vonis Eks Auditor BPK Rochmadi Saptogiri

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 05 Maret 2018 20:29 WIB
https: img.okezone.com content 2018 03 05 337 1868309 jaksa-kpk-banding-atas-vonis-eks-auditor-bpk-rochmadi-saptogiri-KN5zGJCvP5.jpg Eks Auditor BPK Rachmadi Saptogiri menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta (Foto: Arie Dwi Satrio)

JAKARTA‎ - Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung mengajukan upaya hukum banding terhadap vonis yang diberikan Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat kepada mantan Auditor Utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Rochmadi Saptogiri. 

Upaya hukum banding tersebut dilakukan Jaksa KPK setelah Hakim Pengadilan Tipikor menvonis tujuh tahun penjara terhadap Rochmadi Saptogiri. Vonis tersebut jauh lebih rendah dari tuntutan yang diajukan oleh Jaksa KPK.

"Kami menghormati putusan hakim, tapi kami langsung mengajukan upaya hukum banding," ujar Jaksa Takdir Suhan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (5/3/2018).

Sebelumnya, Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis tujuh tahun penjara terhadap mantan Auditor Utama BPK Rochmadi Saptogiri. Dia juga didenda sebesar Rp300 juta subsider empat bulan kurungan.

(Baca Juga: Suap WTP Kemendes, Eks Auditor BPK Divonis 7 Tahun Penjara)

Ketua Majelis Hakim Ibnu Basuki menyatakan, Rochmadi terbukti bersalah menerima suap sebesar Rp240 juta. Uang suap tersebut berkaitan dengan‎ pemulusan pemberian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap laporan keuangan Kemendes PDTT. 

"Menjatuhi pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp300 juta subsider empat bulan kurungan," kata Ketua Majelis Hakim, Ibnu Basuki di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat. 

Selain suap, Hakim Ibnu menambahkan, Rochmadi terbukti melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) untuk menyamarkan uang hasil korupsinya itu. Uang tersebut disamarkan dalam beberapa ase‎t yang salah satunya yakni berupa mobil Odyssey.

‎Vonis tujuh tahun yang dilayangkan Hakim terhadap Rochmadi berdasarkan beberapa pertimbangan yang memberatkan dan meringankan. Adapun, hal-hal yang memberatkan Rochmadi yakni, perbuatannya dianggap tidak mendukung program pemerintah yang sedang gencar melakukan pemberantasan korupsi. 

Sedangkan pertimbangan yang meringankan yakni, terdakwa Rochmadi berlaku sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, serta memiliki tanggungan keluarga. Hakim juga menyatakan, Rochmadi berjasa kepada negara karena menjadi Auditor BPK.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini