nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istana: Presiden Jokowi Temui Partai Politik Hal Biasa

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 15:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 05 337 1868097 istana-presiden-jokowi-temui-partai-politik-hal-biasa-7hv1XFyntG.jpg Johan Budi dan Preside Jokowi

JAKARTA - Staf Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Sapta Prabowo memastikan, pihaknya tidak mempersoalkan laporan yang dilayangkan Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Ombudsman lantaran diduga menggunakan Istana Kepresidenan untuk rapat pemenangan Pilpres 2019.

Johan Budi mengatakan, bahwa selama ini Presiden Jokowi memang kerap melakukan pertemuan dengan ketua umum partai politik di Istana Merdeka. Sehingga, pertemuan Kepala Negara dengan petinggi PSI tersebut merupakan hal yang biasa.

"Gini soal siapapun orang itu melaporkan silakan saja tidak bisa dicegah. Tetapi perlu disampaikan pertemuan Ketum partai sering dilakukan di Istana, topiknya pun bermacam-macam. Pak SBY juga pernah ke sini, Bu Mega juga pernah dan Prabowo juga pernah. Saya kira apa yang dilakukan Pak Jokowi menerima kunjungan silaturahmi dengan partai, biasa-biasa saja," kata Johan Budi di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/3/2018).

Menurut dia, dugaan ACTA bahwa Istana digunakan sebagai tempat rapat pemenangan Pilpres 2019 hanya persepsi saja. Lagi pula, ujar dia, memang setiap pertemuan Kepala Negara bersama petinggi partai politik akan membahas sejumlah topik yang bermacam-macam.

"Persepsi orang itu, orang yang melaporkan punya pandangan seperti itu tidak bisa dilarang. Tapi Presiden bertemu atas kunjungan partai politik itu sering dilakukan. Tentu pembicaraannya bisa bermacam-macam," tandasnya.

Seperti diketahui, Dewan Pembina ACTA Habiburokhman mencuit rencana untuk melaporkan Presiden Jokowi dan PSI ke Ombudsman lewat akun twitternya. "Breaking News : Hari Senin ACTA laporkan kasus 'Dugaan Rapat Pemenangan Pilpres di Istana' ke Ombudsman Republik Indonesia," kata Ketua Dewan Pembina ACTA Habiburokhman lewat akun Twitter-nya, @habiburokhman, Sabtu 3 Maret 2018.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini