nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setya Novanto Akui Keponakannya Ikut 'Main' Tender Proyek E-KTP

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 05 Maret 2018 11:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 03 05 337 1867956 setya-novanto-akui-keponakannya-ikut-main-tender-proyek-e-ktp-QR88M8tLYH.jpg Setya Novanto (Arie/Okezone)

JAKARTA - Terdakwa perkara korupsi proyek e-KTP, Setya Novanto (Setnov) mengaku mengetahui bahwa keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi ikut bermain tender proyek pengadaan e-KTP. Tapi, Setnov mengaku tak membantu Irvanto.

"Saya enggak tahu, terakhir-terakhir saja baru tahu, setelah ada masalah saya baru tahu kalau dia (Irvanto) ikut lelang," kata Setnov di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat di sela ikut sidang lanjutan korupsi e-KTP, Senin (5/3/2018).

Setya Novanto mengklaim, sama sekali tidak membantu perusahaan Irvanto, PT Murakabi Sejahtera ‎ikut bermain dalam lelang tender proyek e-KTP. "Oh enggak ikutan, boleh tanya langsung ke Irvantonya," terangnya.

Menurut Setnov, Irvanto ikut tender proyek e-KTP lewat jalur pribadinya sebagai pengusaha. ‎Mantan Ketua DPR RI tersebut membantah membantu meloloskan PT Murakabi Sejahtera ikut dalam tender proyek e-KTP.

(Baca juga: Setnov: Uang Rp20 Miliar Bukan untuk Amankan KPK)

"Ya sepertinya itu urusannya dia ya, saya enggak ikut campur, tapi lebih jelas tanya Pak Irvanto," pungkasnya.

Irvanto Hendra Pambudi sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dengan seorang pengusaha Made Oka Masagung. Keduanya diduga bersama-sama dengan Setya Novanto, Anang Sugiana Sudihardjo, Andi Agustinus, Irman, Sugiharto, dan pihak lainnya melakukan tindak pidana korupsi proyek e-KTP.

Atas perbuatannya, kedua tersangka itu dis‎angkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(Baca juga: Eks Dirut PT Quadra Solutions Akui Berikan USD1,8 Juta untuk Setnov)

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menjerat enam orang lainnya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP, tahun anggaran 2011-2013. Keenam orang tersebut yakni, Irman; Sugiharto; Andi Agustinus alias Andi Narogong; Markus Nari; Anang Sugiana Sudihardjo; dan Setya Novanto.

Dua mantan pejabat Kemendagri, Irman dan Sugiharto serta pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong sudah divonis terbukti bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Kemudian, untuk Setya Novanto ‎masih dalam proses persidangan.

(Baca juga: Kumpulan Berita Korupsi E-KTP)

Sementara itu, Anang Sugiana Sudihardjo dan Markus Nari masih dalam proses penyidikan di KPK. Keenamnya juga diduga secara bersama-sama melakukan perbuatan tindak pidana korupsi proyek e-KTP yang merugikan negara hingga Rp2,3 triliun.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini