nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menteri PPPA: Angka Keterwakilan Perempuan di Parlemen Masih Jauh dari Harapan

Arsan Mailanto, Jurnalis · Kamis 01 Maret 2018 21:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 03 01 337 1866753 menteri-pppa-angka-keterwakilan-perempuan-di-parlemen-masih-jauh-dari-harapan-ZRqao3AEX4.jpg Menteri PPPA Yohana Yembise saat konferensi pers. (Foto: Arsan Mailanto/Okezone)

PANGKALPINANG – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengkritisi sikap partai politik (parpol) yang dinilai belum cukup mengakomodasi keterwakilan perempuan.

Hal itu terlihat pada angka keterwakilan perempuan di parlemen yang baru berkisar 17 persen pada Pemilihan Umum 2014. Angka tersebut diharapkan mengalami kenaikan pada pesta demokrasi tahun depan.

Yohana mengatakan telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan terhadap indeks pemberdayaan gender (IGD) dan indeks pembangunan gender (IPG) di Indonesia.

Peningkatan ini terlihat dari keterwakilan perempuan sebagai eksekutif dalam pemerintahan, terutama kepala daerah, bahkan dalam jajaran Presiden Jokowi terdapat sembilan perempuan menteri, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani.

Di Pilkada Serentak 2018, cukup banyak perempuan yang maju sebagai kandidat kepala daerah, baik yang diusung partai politik maupun maju dari jalur independen.

"Sayangnya hal ini tidak terjadi di parlemen, di mana berdasarkan hasil Pemilu 2014, angka keterwakilan perempuan di parlemen baru berkisar 17 persen, jauh dari angka yang diharapkan yaitu sebesar 30 persen," ujarnya kepada awak media saat konferensi pers di Novotel Hotel, Pangkalpinang, Kamis (1/3/2018).

(Baca: Menteri Yohana Ungkap NTT Zona Merah Perdagangan Manusia!)

Kondisi tersebut menegaskan asumsi bahwa keterwakilan perempuan di partai politik masih sebatas pemenuhan ambang batas minimum dan bukan didasarkan pada pengakuan terhadap eksistensi serta kredibilitas perempuan dalam berpolitik.

"Kalau IGD dan IPG mulai meningkat di zaman Presiden Jokowi. Yang menjadi masalah, perwakilan perempuan di partai politik yang masih sangat kurang, di mana hanya 17 persen di tahun 2014, semoga di tahun 2019 nanti bisa 30 persen," harap Yohana.

Menanggapi hal tersebut, tokoh PDI Perjuangan sekaligus Menko PMK Puan Maharani, di sela-sela kunjungan ke SMAN 1 Pangkalpinang, menyebut parpol sudah membuka peluang seluas-luasnya bagi perempuan untuk berkarier di parlemen.

(Baca: Menteri Yohana Minta agar Babeh Tersangka Sodomi 41 Anak Dihukum Berat)

Menko PMK Puan Maharani. (Foto: Arsan Mailanto/Okezone)

Menurutnya, terbukti dari pemenuhan ambang batas 30 persen dalam Pemilihan Anggota Legislatif 2014, tinggal bagaimana kesiapan kaum perempuan membekali diri agar mampu memenangi persaingan dalam merebut posisi di parlemen maupun kepengurusan partai.

"Untuk 30 persen keterwakilan perempuan itu masih terpenuhi, cuma kan yang jadi masalahnya ada apa tidak perempuannya. Sampai saat ini saja di legislatif baru 17 persen. Saya selalu mendorong perempuan-perempuan untuk maju, tapi kita lihat di pemilu nanti. Insya Allah terpenuhi," pungkasnya. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini