Polisi Kembali Tangkap 1 Pelaku Kelompok The Family MCA di Tasikmalaya

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 28 Februari 2018 22:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 28 337 1866229 polisi-kembali-tangkap-1-pelaku-kelompok-the-family-mca-di-tasikmalaya-bT1PsU2h6B.jpg Ilustrasi (Dok.Okezone)

JAKARTA - Polisi kembali melakukan penangkapan terhadap salah satu pelaku ujaran kebencian di media sosial (medsos) yang diduga tergabung dalam kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA), atas nama Fuad Sidiq, di Desa Cidadali, Tasikmalaya.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jawa Barat, Kombes Umar Fana menjelaskan bahwa penangkapan itu karena pelaku telah mem-posting informasi hoax di Facebook United Muslim Cyber Army terkait dengan penangkapan orang gila.

"Melakukan penangkapan terhadap dugaan pelaku tindak pidana menyebarkan ujaran kebencian," kata Umar kepada Okezone, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

 (Baca: Polisi Imbau Konseptor Kelompok Muslim Cyber Army Serahkan Diri)

Menurut Umar, padahal tidak ada kegiatan penangkapan orang gila seperti yang di-posting oleh pelaku. Oleh karena itu, kata Umar, dengan adanya unggahan itu masyarakat telah dibuat resah dan khawatir.

"Adapun maksud dan tujuan tersangka memberikan rasa tidak aman dan membuat kekhawatiran terhadap masyarakat seolah-olah situasi di Ponpes Cipasung tidak aman dan mendapat ancaman," papar Umar.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa Handphone. Dan saat ini terus melakukan pemeriksaan terhadap tersangka, periksa saksi, dan meminta keterangan ahli.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan Pasal 45A angka 2 juncto pasal 28 angka 2 UU RI Nomor 19 tahun 2016 atas perubahan UU RI N0 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik UU RI Nomor 1 tahun 1946 Pasal 14 tentang peraturan hukum pidana.

 (Baca juga: The Family MCA: Kami Menyesal Terkait Berita Hoax, Tak Akan Mengulagi Lagi)

Penangkapan kelompok The Family MCA dilakukan secara serentak di lima kota mulai dari Jakarta, Bandung, Bali, Pangkal Pinang dan Palu.

The Family MCA diduga kuat sering melempar isu provokatif di media sosial, antara lain, kebangkitan PKI, penculikan Ulama, dan penyerangan terhadap nama baik Presiden, pemerintah, serta tokoh-tokoh tertentu.

Selain ujaran kebencian, sindikat ini ditenggarai juga mengirimkan virus kepada kelompok atau orang yang dianggap musuh. Virus ini biasanya merusak perangkat elektronik penerima.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini