nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Terjerat 2 Kasus Korupsi, Ketua DPRD Malang Non-aktif Segera Diseret ke Pengadilan

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 19:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 28 337 1866133 terjerat-2-kasus-korupsi-ketua-dprd-malang-non-aktif-segera-diseret-ke-pengadilan-5vgOQLr70A.jpg Juru Bicara KPK, Febri (foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas perkara korupsi atas tersangka Ketua DPRD Malang non-aktif, Mochamad Arief Wicaksono dalam dua kasus sekaligus. Dengan begitu, Arief akan segera menjalani persidangan.

Adapun berkas kasus yang dirampungkan penyidik lembaga antirasuah adalah, suap terkait pembahasan APBD-P Pemerintah Kota Malang TA 2015 dan suap terkait pengganggaran kembali proyek pembangunan Jembatan Kedungkandang dalam APBD Pemkot Malang TA 2016 pada tahun 2015.

"Hari ini dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka MAW Ketua DPRD Kota Malang DPRD Kota Malang (Mochamad Arief Wicaksono) atau tahap II," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Febri menyebut, rencananya Arief akan digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Jawa Timur. Namun, sampai hari ini tersangka masih berada di Jakarta.

"Sementara, tersangka masih dititipkan di Rutan Guntur dan akan dibawa ke Surabaya hari Jumat untuk keperluan persidangan," tutur Febri.

 (Baca juga: KPK Periksa Sejumlah Saksi Terkait Dugaan Suap APBD 2015 Kota Malang)

Dalam kasus pertama Arief Wicaksono diduga menerima suap dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Malang, Jarot Edy sebesar Rp 700 juta. Suap tersebut terkait pembahasan APBD Pemerintah Kota Malang tahun anggaran 2015.

 (Baca juga: KPK Tahan Dirut PT Hidro Tekno Indonesia Terkait Suap Ketua DPRD Malang)

Pada perkara kedua, Arief Wicaksono diduga menerima hadiah atau janji sebesar Rp 250 juta dari tersangka Hendrawan Maruszaman (HM), Komisaris PT ENK. Suap tersebut terkait dengan penganggaran kembali proyek Jembatan Kedungkandang APBD tahun anggaran 2016.

Diduga Arief menerima Rp250 juta dalam proyek jembatan kedungkandang yang dikerjakan secara multi years tahun 2016-2018, dengan nilai proyek Rp98 miliar.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini