nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Tangkap 6 Admin The Family MCA

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Rabu 28 Februari 2018 15:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 28 337 1865980 polisi-tangkap-6-admin-the-family-mca-mdx9J7LsP3.jpg foto: Antara

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri menangkap enam orang yang merupakan admin dari The Family MCA (Muslim Cyber Army) yang dimana merupakan sebuah kelompok penyebar ujaran kebencian. Sindikat tersebut tergabung dalam sebuah grup WhatsApp untuk menggerakan aksinya.

Adapun keenam tersangka yang berhasil ditangkap polisi yakni Tara Arsih Wijayani (40), Ronny Sutrisno (40), Yuspiadin (25), Ramdani Saputra (39), Riski Surya Darma (35), dan Muhammad Luth (40).

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran pihaknya berhasil menangkap orang admin The Family MCA setelah pihaknya menemukan adanya konten kebencian dan melakukan pengembangan.

“Kami menemukan beberapa konten di medsos menyebarkan konten bermuatan hate speech dan melakukan beberapa penangkapan ini kelompok MCA. Yang dimana kelompok, jaringan ini dalam postingannya rutin unggah konten kebencian terhadap kelompok, pemerintah, tokoh dan lainnya,”ujar Fadli di Bareskrim Tipidsiber, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2/208).

10 Tersangka Dihadirkan pada Rilis Kasus Kejahatan Penyebar Hoax di Bareskrim Polri

 (Baca juga: Kelompok "The Family MCA" Miliki Tim Akademi Tempur dan Sniper)

Fadli melanjutkan, kelompok The Family MCA ini rutin mengunggah konten sara, dimana sifat dari unggahan mereka bersifat provokatif dan berita bohong. Sehingga akhirnya polisi bisa mengamankan admin dan member grup ini.

“Kontennya seperti hoax tentang penculikan ulama di fb, di twitter, Instagram, Isu yang bermuatan fitnah terhadap pejabat pemerintah,” tuturnya.

 (Baca juga: Sudah 14 Orang Ditangkap Polisi, Semuanya Biang 'The Family MCA')

Atas pebuatannya, lanjut Fadli, para tersangka ini akan dikenakan Pasal 28 Ayat 2 dengan ancaman penjara 6 tahun.

“Tersangka dikenakan Pasal 28 Ayat 2, barang siapa yang melakukan transmisi dipidana penjara 6 tahun dan denda Rp1 miliar dan Juga kena pasal 33,” pungkas dia.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini