Polri Sebut Kelompok 'The Family MCA' Mirip Sindikat Saracen

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 27 Februari 2018 14:51 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 27 337 1865405 polri-sebut-kelompok-the-family-mca-mirip-sindikat-saracen-RxyxLqcfYl.jpg Karopenmas Polri Brigjen M Iqbal (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Mohammad Iqbal mengindikasikan bahwa kelompok The Family Muslim Cyber Army (MCA) memiliki kemiripan dengan sindikat Saracen.

Saracen sendiri merupakan sindikat penyebar ujaran kebencian dan fitnah dengan menggunakan isu SARA di media sosial. Dalam kasus Saracen, polisi tangkap lima orang dan sudah menjalani persidangan di pengadilan.

"Ada beberapa karakteristik yang agak mirip, agak mirip ya (dengan Saracen)," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (27/2/2018).

(Baca Juga: Kelompok "The Family MCA" Miliki Tim Akademi Tempur dan Sniper)

Meskipun diindikasikan mirip, Iqbal menyebut The Family MCA tetap memiliki perbedaan dengan Saracen. Tetapi, dia tak memaparkan perbedaan itu secara rinci. "Kami akan sampaikan besok, kami akan sampaikan besok. Sabar saja," tutur dia.

Sementara Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Kombes Irwan Anwar menyatakan, perbedaan kelompok The Family MCA dengan Saracen ada di struktur organisasi.

(Baca Juga: Tangkap Kelompok "The Family MCA", Kabareskrim Sebut Indonesia Darurat Ujaran Kebencian)

Irwan menambahkan, Saracen memiliki garis organisasi yang terstruktur, tetapi The Family MCA hanya kelompok di grup pesan tertulis. "Kalau di Saracen kan terstruktur organisasinya, kalau ini tidak ada struktur organisasinya, tapi mereka jelas berkelompok," ujar Irwan dikonfirmasi terpisah.

Penangkapan kelompok The Family MCA dilakukan secara serentak di lima kota mulai dari Jakarta, Bandung, Bali, Pangkal Pinang dan Palu. Tersangka yang ditangkap berjumlah 5 orang yaitu ML (40), RSD (35), RS (39),Yus (23) dan RC di Palu.

Selain ujaran kebencian, sindikat ini ditenggarai juga mengirimkan virus kepada kelompok atau orang yang dianggap musuh. Virus ini biasanya merusak perangkat elektronik penerima.

 

(Ari)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini