Polda Metro Periksa Sekjen Hanura Terkait Konflik Internal

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 27 Februari 2018 13:28 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 27 337 1865358 polda-metro-periksa-sekjen-hanura-terkait-konflik-internal-54FE2NhGTW.jpg Sekjen Hanura Ferri Lotung (foto: Okezone)

JAKARTA - Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda memeriksa Sekretaris Jendral Partai Hanura, Heri Lotung untuk memberikan keterangan sebagai saksi guna melengkapi laporan kubu Oso terhadap Sarifuddin Sudding

Kuasa hukum partai Hanura kubu Oso, Servasius Serbaya Manek menjelaskan, pemeriksaan terhadap Herry Lotung untuk memberikan kesaksian terkait pemalsuan dan menempatkan keterangan palsu ke dalam akta otentik serta penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oleh Hanura kubu Sudding.

“Hari ini sekjen Hanura Herry lontung turut dimintai keterangan sebagai saksi untuk melengkapi laporan terhadap Sudding dan kawan-kawan terkait dugaan pasal 263 KUHP dan Pasal 266 KUHP dan Pasal 374 KUHP yang sudah kami laporkan pada 18 Januari 2018,” kata Servasius di Mapolda Metro Jaya, Selasa (27/2/2018).

Servarius juga mengungkapkan, pemeriksaan hari ini terhadap Herry hanya untuk melengkapi Bukti Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik. Ia juga menyampaikan kalau penyidik telah melakukan olah TKP di Hotel Ambara.

“Hari ini sifatnya hanya melengkapi untuk penyidik menggelar dan menentukan apakah perkara ini naik ke tingkat pro joatucia atau unsurnya tidak terpenuhi,” ungkapnya.

Selain itu, Servarius juga menilai apa yang dilakukan oleh Sudding dan kawan-kawan telah mencederai rakyat. Yang mana juga, rakyat sudah tahu kalau OSO adalah pemimpin yang sah dalam aturan. Oleh karenanya ia pun juga telah memberikan bukti-bukti itu kepada Polisi.

“Bukti-bukti yaitu surat edaran dari Sudding dan Dariayatmo serta kawan-kawan yang diedarkan ke lembaga negara. bahwa mereka adalah kepengurusan yang sah. mereka menyurati KPU, DPD bahkan DPR untuk menunjukan mereka memiliki legitimasi hukum.

Meski belakangan ini partai Hanura sudah menyatakan islah terhadap dua kubu ini, Servarius menyebut proses hukum yang ditujukkan kepada Sudding tetap berjalan dikarenakan tidak berkaitan dengan organisasi.

“Kalau soal ishlah itu adalah sifatnya administratif,itu organistratoris. Tetapi pertanggungjawaban pidana itu pribadi,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Sudding dilaporkan kubu Oso lantaran dituduh membawa dan menggunakan dokumen tanpa seizin dan sepengetahuan DPP Hanura. Laporan itu diterima dengan LP/338/I/2018/PMJ/ Dit.Reskrimum tertanggal Kamis 18 Januari 2018 pukul 18.00 WIB.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini