BNPB Antisipasi Kebakaran Hutan Jelang Asian Games 2018

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 23 Februari 2018 18:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 23 337 1863861 bnpb-antisipasi-kebakaran-hutan-jelang-asian-gamse-2018-ILPkgPQc8E.jpg Kepala Pusat Data dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho (foto: M Rizky/Okezone)

JAKARTA - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan puncak musim kemarau akan terjadi pada bulan Agustus bertepatan dengan pelaksanaan Asian Games 2018 yang akan di gelar di Jakarta dan Palembang.

Kata dia, pada saat itu resiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan akan rerjadi peningkatan kebakaran sehingga beresiko mengganggu jalannya perhelatan Asian Games 2018 khususnya di Palembang apabila tidak diantisipasi.

(Baca Juga: Jet Tempur F-16 TNI AU Dikerahkan Pantau Karhutla di Riau)

"Hampir ada 146 desa di Sumsel yang kalau wilayah itu terbakar maka asapnya bisa menutup stadion atau venue olahraga, maka itu kita akan melakukan antisipasi jauh-jauh hari terutama menghadapi musim kemarau periode kedua yang lebih panjang," kata Sutopo di Gedung BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Jumat, (23/02/2018).

Adapun kata Sutopo, langkah-langkah untuk mengantisipasi dalam menghadapi musim kemarau tersebut, salah satunya dengan menyiapkan helikopter water bombing untuk memadamkan api.

"Kemudian juga akan melakukan hujan buatan, selain itu kita distribusikan dana siap pakai untuk oprasional personel dan aktivasi posko di daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan," ungkapnya.

Tak hanya itu pihaknya juga akan mengantisipasi kebakaran hutan yang kemungkinan akan meningkat pada Pilkada 2018 mendatang. Pasalnya disaat itu para PLT kepala daerah tidak cepat mengambil keputusan untuk menyatakan tanggap darurat yang dapat memudahkan BNPB dalam memberikan bantuan.

Pun demikian kata dia, saat ini sudah ada empat provinsi menetapkan siaga darurat kebakaran hutan dan lahan yaitu Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah. Ada yang langsung sampai dengan 31 Desember ada yang sampai dengan Mei tergantung dari ancamannya.

"Kalo kita lihat kata Sutopo, sekarang ada beberapa itu di Riau terbakar, kemudian di Kalbar, dan Kalteng juga terdeteksi. Di riau tercatat ada 630 hektar. Nanti memasuki bulan Juni maka daerah-daerah langganan kebakaran hutan dan lahan lainnya yakni, Riau, Jambi, Sumsel, Kalbar, Kalteng, Papua dan beberapa daerah lain juga pasti akan mengalami peningkatan kebakaran," paparnya.

(Baca Juga: BNPB: Jumlah Titik Panas Meningkat, Dominan di Kalimantan dan Riau)

Hal ini kata dia, bukan hal baru namun sejak 2013, 2014, 2015 hingga saat ini sudah sering terulang. Untuk itu kita telah menyiapkan yang pertama, Operasi Satuan Tugas (Satgas) Darat, mereka akan melakukan pemadaman di darat dan lakukan patroli.

"Kedua operasi udara dengan mengerahakan helikopter water bombing, operasi hujan buatan, juga helikopter untuk patroli," paparnya.

Ketiga, penegakan hukum karena 99 persen kebakaran hutan dan lahan dibakar disengaja, untuk itu kita kedepankan preventif dan efektif. Dalam hal ini KLHK sudah menyiapkan sanksi bagi yang membakar yakni, pidana, perdata, administrasi.

Empat, sosialisasi, patroli, dan kekima operasi layanan kesehatan, dan pendidikan kalau asap mulai mengganggu," tukasnya.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini