nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rawan Kena Teror, KPK: Pekerjaan Pemberantas Korupsi Itu Berat

Chyntia Sami B, Jurnalis · Kamis 22 Februari 2018 13:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 22 337 1863122 rawan-kena-teror-kpk-pekerjaan-pemberantas-korupsi-itu-berat-5pZH2njkxH.jpg Novel Baswedan saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Foto: Chyntia Sami)

TANGERANG - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah menyatakan, pekerjaan seorang penyidik pemberantas korupsi merupakan salah satu pekerjaan berat. Sebab, setiap waktu mereka rentan mendapatkan teror yang bisa mengancam nyawa.

Seperti yang dialami oleh penyidik senior KPK, Novel Baswedan. Novel, sambung Febri, disiram dengan air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017 lalu, dan hingga kini pelakunya tak kunjung tertangkap.

"Jadi, saya kira ini adalah salah satu upaya kita bersama untuk mengingat bahwa pekerjaan pemberantasan korupsi itu masih berat, panjang dan tidak mudah. Siapa pun bisa terkena serangan tersebut, mulai dari KPK, penegak hukum, masyarakat sipil, dan jurnalis yang membongkar kasus korupsi," ujar Febri di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Kamis (22/2/2018).

(Baca Juga: KPK: Kasus Novel Tak Terungkap Jadi Preseden Buruk Sejarah Melawan Korupsi)

Febri menjelaskan, upaya teror yang dilakukan orang tidak dikenal terhadap Novel bukan serangan individu melainkan serangan dan ancaman terhadap upaya pemberantasan korupsi.

"Maka dari itu, kita perlu untuk terus mendorong pengungkapan pelaku sekaligus membuat kondisi sekondusif mungkin untuk proses penyembuhan. Karena ini bukan serangan terhadap pribadi tapi kita harus melihatnya sebagai risiko dan ancaman terhadap KPK," ungkapnya.

(Baca Juga: Novel Baswedan Pulang, DPR: Fokus Dulu ke Penyembuhan, Jangan Dituntut Kerja)

Seperti diketahui, Novel tiba di Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan pesawat Garuda Indonesia dengan Nomor Penerbangan GA825 dari Singapura. Didampingi keluarga, Novel keluar melalui jalur barang atau loading dock pada pukul 11.20 WIB dan disambut oleh keluarga serta sejumlah pimpinan KPK.

Nantinya, dalam waktu dua bulan ke depan yakni April 2018 Novel akan kembali menjalani operasi mata tahap kedua di salah satu rumah sakit di Singapura.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini