Buron Kasus Korupsi Aset Pertamina Serahkan Diri ke Polisi

Fahreza Rizky, Okezone · Kamis 22 Februari 2018 10:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 22 337 1863003 buron-kasus-korupsi-aset-pertamina-serahkan-diri-ke-polisi-QRSUdgx4oR.jpg ilustrasi.

JAKARTA – Mantan Senior Vice President (SVP) Asset Management PT Pertamina (Persero), Gathot Harsono, akhirnya menyerahkan diri kepada polisi setelah berstatus sebagai tersangka dan menjadi buronan selama enam bulan dalam kasus dugaan pelepasan aset Pertamina berupa lahan di Simprug, Jakarta Selatan, seluas 1.088 meter persegi.

Berdasarkan hasil analisis Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Gathot diduga merugikan uang negara senilai Rp40,9 miliar dari hasil penjualan lahan seluas 1.088 meter tersebut.

"Tersangka sudah menyerahkan diri kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi pada 21 Februari 2018 pukul 13.00 WIB," ujar Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Brigjen Ahmad Wiyagus kepada wartawan, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

"Selanjutnya, terhadap tersangka dilakukan penahanan di Rutan Mapolda Metro Jaya," lanjut Ahmad.

Sebelumnya, polisi telah menetapkan Gathot sebagai tersangka pada 15 Juni 2017. Karena keberadaannya tidak diketahui, kemudian Gathot dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 23 Agustus 2017.

Tak hanya itu, polisi juga sempat melakukan pencekalan ke luar negeri terhadap Gathot oleh Direktorat Imigrasi sejak 19 Juli 2017 lalu kemudian diperpanjang pada 9 Januari 2018 yang berlaku sampai 19 Juli 2018.

(Baca Juga: Bareskrim Polri Gandeng KPK 'Buru' Eks Pejabat Pertamina)

Dalam kasus dugaan penjualan aset Pertamina ini, polisi telah memeriksa dua saksi kunci, yaitu mantan Direktur Utama PT Pertamina Karen Agustiawan dan mantan Direktur Umum PT Pertamina yang juga eks pimpinan KPK Waluyo.

Pemeriksaan tersebut merupakan pengembangan perkara setelah penyidik Bareskrim menetapkan bawahan Waluyo sebagai tersangka yakni Gathot Harsono.

Kasus ini mulai diselidiki Bareskrim pada Desember 2016 silam, kemudian naik ke tahap penyidikan pada awal 2017.

(Baca Juga: Kasus Dana Pensiun Pertamina, Edward Soeryadjaya Ditahan Kejagung 20 Hari ke Depan)

Atas perbuatannya, Gathot dikenakan pelanggaran Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah dirubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 atau Pasal 56 KUHP.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini