nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Desak Pelaku Teror Novel Baswedan Ditangkap, Polri Ngaku Alami Kendala

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 20 Februari 2018 16:07 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 20 337 1862115 jokowi-desak-pelaku-teror-novel-baswedan-ditangkap-polri-ngaku-alami-kendala-roGIT7AdCE.jpg Novel Baswedan (Foto: Antara)

JAKARTA - Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kembali menunjukan sikap tegasnya. Kali ini, dia kembali mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk menangkap pelaku teror penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Desakan orang nomor satu itu bukan tanpa alasan, pasalnya hampir 10 bulan lalu Novel menerima teror, tetapi hingga kini, pihak kepolisian masih belum mampu menangkap sang pelaku tersebut. Pihak Mabes Polri pun angkat bicara mengenai desakan Kepala Negara itu.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto, mengklaim bahwa pihaknya mengalami beberapa kendala dalam mengungkap motif dan menangkap pelaku kasus siraman air keras Novel Baswedan.

 (Baca: Novel Baswedan Segera Pulang, Anies: Semua Keluarga Senang)

"Ya kami akan laksanakan. Karena memang kami harus segera tuntaskan. Selama ini kan kami mengalami kendala untuk meminta keterangan, ada beberapa yang terhambat, dan sampai sekarang kami belum dapatkan hasil yang signifikan," ucap Setyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2018).

Setyo melanjutkan, dari hasil koordinasi dengan pihak Polda Metro Jaya, sampai saat ini, pengaduan masyarakat yang masuk ke Hotline sudah mencapai ratusan. Tetapi, dia menyebut, angka itu belum mampu memberikan titik terang kasus tersebut.

Polda Metro Jaya sendiri membuka hotline guna menerima aspirasi dan informasi dari masyarakat mengenai pelaku teror Novel. Hal itu dilakukan setelah dirilisnya dua sketsa wajah terduga pelaku.

"Sudah kami sampaikan beberapa hari lalu juga, yang masuk ke Polda metro jaya (hotline) sudah 500 lebih tapi tidak ada yang bisa ditindaklanjuti masukan yang terkait dengan sketsa wajah itu ya," ucap Setyo.

 (Baca juga: Jokowi Minta Polri Terus Buru Pelaku Penyiraman Novel Baswedan)

Oleh karena itu, Setyo meminta waktu kepada Presiden Jokowi dan masyarakat Indonesia untuk mempercayakan penyidik kepolisian mengungkap kasus ini.

"Ya kami lihat, teman-teman penyidik masih bekerja. Artinya kami masih berusaha semaksimal mungkin lah ya," ucap Setyo.

Setidaknya sudah 10 bulan Novel harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) Singapura. Perkembangan terakhir, Novel usai menjalani operasi tambahan pada mata kirinya.

 

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini