nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Prajurit Pomal Diimbau Tak Arogan, KSAL: Harus Tegas tapi Santun

ant, Jurnalis · Selasa 20 Februari 2018 11:27 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 20 337 1861947 prajurit-pomal-diimbau-tak-arogan-ksal-harus-tegas-tapi-santun-WAYKTGr9Ni.JPG KSAL Laksamana TNI Ade Supandi (Foto: Antara)

JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi mengimbau Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) untuk menghindari tindakan atau perilaku arogan yang tidak sesuai dengan norma hukum dan keadilan dalam menegakkan hukum di lingkungan TNI AL.

"Prajurit Pomal harus tegas tapi santun dalam menanamkan sikap hierarki dan kehormatan militer," kata KSAL dalam amanatnya yang dibacakan Komandan Pusat Pomal Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana pada Peringatan HUT Ke-72 Pomal, di Mako Puspomal, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (20/2/2018).

KSAL mengatakan, bahwa HUT ke- 72 Pomal merupakan momentum yang tepat untuk bermawas diri dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dengan harapan kedepan kinerja pomal akan semakin baik.

"Sebagai penegak hukum dan tata tertib prajurit, Pomal diharapkan dapat terus menunjukkan eksistensinya dan mampu melaksanakan fungsinya dengan hukum, dan undang-undang," kata Ade Supandi.

Oleh karena itu, lanjut mantan kasum TNI ini, dibutuhkan prajurit Pomal yang berdedikasi, memiliki kredibilitas dan profesional. Seiring dengan perkembangan teknologi dan sosial masyarakat yang bergerak sangat dinamis sekaligus mempengaruhi pola kehidupan personel TNI AL untuk melakukan tindakan diluar batas norma yang ada.

(Baca juga: Pomal Tangani Kasus Oknum TNI Aniaya Pemilik Bengkel di Bekasi)

"Hal ini dapat dilihat dari masih ditemukan prajurit dan PNS TNI AL yang melakukan tindakan tidak terpuji bahkan menyakiti hati rakyat, antara lain korupsi, penyalahgunaan wewenang, penyalahgunaan narkotika, perbuatan assusila serta pelanggaran lainnya yang dapat merusak citra positf TNI AL dimata masyarakat," jelas dia.

Dengan semangat peningkatan penegakan hukum dan tata tertib oleh prajurit Pomal dituntut harus mampu beradaptasi terhadap situasi kondisi yang berkembang dalam masyarakat sekaligus turut aktif berperan dalam menjaga netralitas TNI.

Selain itu, seluruh jajaran prajurit Pomal juga harus mampu menjadi teladan bagi prajurit TNI AL lainnya dalam melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan dan prosedur operasional serta pedoman aturan hukum yang berlaku.

Dalam kesempatan itu, KSAL juga mengimbau prajurit Pomal agar membangun karakter dan kokohkan jati diri sebagai prajurit Pomal sejati yang profesional, kuat, handal, militan dan modern serta dicintai rakyat dalam pelaksanaan tugas sebagai penegak hukum, displin dan tata tertib di lingkungan TNI Angkatan Laut secara terus menerus.

(Baca juga: Pomal Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Relawan Jokowi)

Prajurit Pomal juga diminta melaksanakan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas dan sistem pembinaan organisasi Pomal secara menyeluruh dan konsisten agar tercapai kinerja organisasi yang lebih baik.

Pomal sebagai bagian dari TNI AL kata dia, mempunyai peran menjaga ketertiban dan penegakan hukum serta disiplin prajurit, dengan semboyan "Wijna Wira Widhayaka" yang artinya penegak aturan yang berwatak ksatria, arif, dan bijaksana.

Sementara itu, Komandan Pusat Pomal Brigjen TNI (Mar) I Ketut Suardana menyebutkan pada tahun 2017 terdapat kasus penyalahgunaan wewenang dan kasus asusila yang dilakukan oleh prajurit TNI AL. "Mereka kita tindak dan diproses hukum," ucap Ketut.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini