nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Subang dan Perantaranya Terima Suap Rp1,4 Miliar dalam 8 Tahapan

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 15 Februari 2018 14:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 15 337 1860027 bupati-subang-dan-perantaranya-terima-suap-rp1-4-miliar-dalam-8-tahapan-NBhNnrqDQk.jpg Bupati Subang, Imas (foto: Sindo)

JAKARTA - Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih diduga menerima uang suap sebesar Rp1,4 Miliar dari pengurusan perizinan lahan untuk pembangunan pabrik. Uang tersebut diterima Imas dan perantara suapnya dalam delapan kali tahapan.

Sebagaimana hal tersebut diungkapkan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah setelah mendapatkan update terkini usai melakukan pemeriksaan terhadap Imas dan tiga tersangka lainnya.

"‎Sudah terjadi hingga sekitar delapan kali (tahapan) termasuk penerimaan terakhir yang ditangkap KPK. Total dugaan penerimaan adalah Rp1,4 miliar," kata Febri melalui pesan singkatnya, Kamis (15/2/2018).

Febri menjelaskan, dugaan penerimaan uang suap terhadap Ketua DPD II Golkar Subang tersebut sudah terjadi sejak pertengahan 2017. Uang suap tersebut diduga di‎serahkan pihak swasta kepada Imas melalui perantaranya.

"Diduga sejak pertengahan 2017 pemberian uang terhadap perantara secara bersama-sama sudah terjadi sekitar delapan kali," ungkapnya.

 (Baca juga: Ditahan KPK, Imas Belum Mau Mundur dari Bupati Subang)

Diduga, uang suap yang diterima Bupati Subang, Jawa Barat, Imas Aryumningsih‎ melalui perantaranya akan digunakan sebagai modal kampanyenya maju sebagai calon petahana di Pilkada.

Imas sendiri merupakan Ketua DPD II Golkar Subang yang akan kembali maju di Pilkada 2018 sebagai calon petahana bupati Subang. Dia maju didampingi oleh Sutarno sebagai wakilnya. Pasangan tersebut sudah mendapatkan nomor urut dua dan diusung koalisi Partai Golkar dan PKB.

Namun langkahnya harus kandas ditengah perjalanan setelah KPK menangkap tangan dan menetapkan Imas sebagai tersangka. Dia ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan suap pengurusan izin lahan untuk mendirikan pabrik di wilayahnya.

 (Baca juga: Bupati Subang: Saya Tidak Tahu, Lalu Dijemput KPK)

KPK sendiri telah resmi menetapkan empat orang tersangka terkait kasus dugaan pemulusan perizinan pembangunan pabrik di wilayah Subang.‎ Empat tersangka tersebut yakni, Bupati Subang, ‎Imas Aryumningsih; Asep Santika selaku Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Subang; Miftahudin selaku pihak swasta; dan Data seorang karyawan swasta.

Diduga, Imas, Data dan Asep Santika menerima uang suap ‎dari dua perusahaan, PT ASP dan PT PBM senilai Rp1,4 Miliar. Pemberian suap diduga dilakukan untuk mendapatkan izin prinsip untuk membuat pabrik atau tempat usaha di Subang.

Uang terebut diberikan oleh seorang pihak swasta yakni, Miftahudin dalam beberapa tahapan. Diduga, komitmen fee di awal antara pemberi dengan perantara adalah Rp4,5 miliar. Sedangkan pemberian fee antara Bupati ke perantara sejumlah Rp1,5 miliar.

Sebagai pihak yang diduga sebagai pemberi, Miftahudin disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak penerima, Imas, Data, dan Asep Santika disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini