Zumi Zola Hadiri Pemeriksaan Perdana KPK Sebagai Tersangka Korupsi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 15 Februari 2018 10:59 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 15 337 1859908 zumi-zola-hadiri-pemeriksaan-perdana-kpk-sebagai-tersangka-korupsi-q4q2bLXR9E.jpg Zumi Zola (Foto: Okezone)

JAKARTA - Gubernur Jambi, Zumi Zola memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Sedianya, Zumi akan diperiksa perdana setelah resmi menyandang status tersangka.

Zumi Zola ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka kasus dugaan ‎penerimaan gratifikasi terkait sejumlah proyek di wilayah kekuasaannya. "Yang bersangkutan diperiksa sebagai tersangka," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Kamis (15/2/2018).

Zumi datang sekira pukul 09.50 WIB dengan mengenakan kemeja batik. Namun, dia enggan menjawab banya sejumlah pertanyaan awak media terkait kesiapan pemeriksaannya sebagai tersangka pada hari ini.

"Masuk dulu ya, nanti dulu ya," singkat Zumi seraya meninggalkan awak media dan langsung masuk ke ruang sterilisasi Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

 (Baca: Dalam Dakwaan, Zumi Zola Disebut Restui Uang Ketok Palu DPRD Jambi)

Selain memeriksa Zumi, KPK juga memanggil seorang saksi asal swasta, Oscar M. Akhir. Dia akan digali keterangannya untuk proses penyidikan tersangka Plt Kadis PUPR Jambi, Arfan, yang ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Zumi.

Zumi Zola ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait sejumlah proyek di Provinsi Jambi. Dia ditetapkan tersangka bersama-sama dengan Pelaksana Tugas (Plt) Kadis PUPR Provinsi Jambi, Arfan.

‎Dua pejabat di Provinsi Jambi tersebut ditetapkan tersangka oleh KPK berdasarkan hasil pengembangan penanganan perkara dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi, tahun 2018. ‎Diduga, Zumi Zola menerima gratifikasi berupa hadiah dan uang sebesar Rp6 miliar.

Namun, Zumi Zola saat ini masih melengang bebas atau belum dilakukan penahanan sejak ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan Arfan sudah ditahan sejak ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi tahun 2018.

 (Baca juga: KPK Dalami Dokumen Aliran Dana Suap ke Gubernur Zumi Zola)

Atas perbuatannya, kedua tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 12 B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(ulu)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini