Share

Suap Moge ke Auditor BPK, Petinggi PT Jasa Marga Dituntut Dua Tahun Penjara

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 13 Februari 2018 16:08 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 13 337 1858962 suap-moge-ke-auditor-bpk-petinggi-pt-jasa-marga-dituntut-dua-tahun-penjara-xIpUJhERZ8.jpg Setia Budi (tengah). (Foto: Antara)

JAKARTA -‎ Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut pidana penjara selama dua tahun terhadap General Manager (GM) PT Jasa Marga Cabang Purbaleunyi, Setia Budi. Selain itu, Setia Budi juga dituntut membayar denda sebesar Rp100 juta subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa KPK Sobari Kurniawan mengatakan, terdakwa Setia Budi terbukti menyuap Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sigit Yugoharto. Suap tersebut diberikan dalam bentuk motor gede (Moge) Harley Davidson Sportster 883.

"Menuntut supaya Majelis Hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan korupsi secara berlanjut‎," kata Jaksa Sobari saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (13/2/2018).

Pertimbangan yang memberatkan Jaksa dalam memberikan tuntutan kepada Setia Budi yakni karena perbuatannya tidak mendukung upaya pemerintah dan masyarakat dalam pemberantasan korupsi.

(Baca juga: Begini Cara Petinggi PT Jasa Marga Suap Moge dan Fasilitas Karaoke ke Auditor BPK)

Sedangkan, pertimbangan yang meringankan yakni karena terdawa mengakui dan menyesali perbuatannya, mengaku belum pernah dihukum, serta berperilaku sopan dalam persidangan.

Jaksa berpandangan, Setia Budi terbukti memberikan Moge Harley Davidson Sportster type 883 kepada Sigit Yugoharto. Selain itu, Setia Budi juga diduga memberikan fasilitas hiburan malam di tempat karaoke Las Vegas, Jakarta Pusat.

Suap tersebut dimaksudkan Setia Budi untuk memuluskan hasil temuan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) ‎atas pengelolaan usaha, pengendaliaan biaya, dan kegiatan investasi pada PT Jasa Marga.

Setia Budi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor Juncto Pasal 64 ayai (1) KUHP.

Baca Juga: Peduli Pejuang Kanker, Donasi Rambut bersama Lifebuoy x MNC Peduli Tengah Berlangsung!

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini