Petinggi PDIP Ada di NTT Sebelum KPK Tangkap Marianus Sae

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 11 Februari 2018 23:02 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 11 337 1858050 petinggi-pdip-ada-di-ntt-sebelum-kpk-tangkap-marianus-sae-M4kPhzK1Du.jpg Ketua DPP PDIP Andreas Hugo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Andreas Hugo Pareira, tidak menyangka Bupati Ngada, Marianus Sae terkena operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hari ini. Marianus diduga menerima fee dari sejumlah proyek di wilayah yang dipimpinnya.

Marianus Sae merupakan Bupati Ngada yang telah menjabat dua periode. Dalam gelaran Pilkada Serentak 2018, Marianus mencalonkan diri sebagai calon gubernur NTT berpasangan dengan Emilia J Nomleni. Pasangan ini diusung oleh PDIP dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

"Berita tertangkapnya MS (Marianus Sae) saya peroleh dari berbagai media online justru ketika saya baru tiba di Jakarta sepulang saya dari NTT bersama Sekjend Hasto Kristiyanto, setelah selama 3 hari melakukan konsolidasi partai untuk memenangkan paket MS-Emi Nomleni pada Pilgub 2018," ujar Andreas kepada Okezone, Minggu (11/2/2018).

(Baca Juga: Marianus Sae Diciduk KPK, PDIP: Semoga Masih Bisa Diusulkan Penggantinya di Pilgub NTT)

Andreas yang juga anggota Komisi I DPR dari Dapil NTT I ini menuturkan, selama di NTT sejak Jumat sampai Minggu, pihaknya tidak sekali pun bertemu dengan Marianus Sae.

"Selama di NTT sejak hari Jumat di Maumere -Flores, Sabtu di Kupang-Timor, dan Minggu di Weetabula-Sumba, tidak sekali pun kami bertemu dengan MS. Hanya Cawagub Emi Nomleni yang bersama saya dan Hasto di Maumere dan Kupang," ungkapnya.

"Bahkan, pada Sabtu malam kemarin, atas permintaan Sekjen saya sempat mengontak MS via telefon maupun SMS tetapi sama sekali tidak ada respons dari yang bersangkutan," sambung Andreas.

Karena itu, PDIP memberikan dukungan kepada KPK untuk menjalankan fungsinya dalam penegakan hukum. (Baca Juga: Unsur Pegawai Pemkab Ngada NTT Ikut Kena Ciduk OTT KPK)

"Terhadap kasus OTT MS ini sendiri, PDI Perjuangan tentu memberikan dukungan kepada pihak penegak hukum untuk menjalankan tugas dan fungsinya," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, lembaga antirasuah kembali melakukan OTT terhadap dua orang. Ternyata, satu dari dua orang yang terkena operasi senyap ialah Bupati Ngada yang juga Cagub NTT, Marianus Sae.

Marianus diduga menerima fee dari sejumlah proyek di wilayah Ngada, NTT. Karena itu, KPK menciduk orang yang bersangkutan. "Terkait fee proyek," jelas Juru Bicara KPK, Febri Diansyah.

Selain Marianus, KPK juga mengamankan seorang perempuan yang diduga terkait kasus yang sama. Keduanya tiba berbarengan di Gedung Merah Putih KPK sekira pukul 17.15 WIB.

Febri mengungkapkan, masih ada pihak dari daerah lain yang akan diterbangkan ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif. Sejumlah pihak tersebut masih dalam satu rangkaian kasus dalam operasi senyap pada hari ini. KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang diamankan tersebut.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini