Pengacara SBY Sindir Firman Wijaya agar Tak Berlindung di Balik Hak Imunitas

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Minggu 11 Februari 2018 02:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 11 337 1857791 pengacara-sby-sindir-firman-wijaya-agar-tak-berlindung-di-balik-hak-imunitas-cJk9bqikuf.jpg Pengacara SBY, Didi Irawadi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Pengacara Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Didi Irawadi menilai, pengacara Setya Novanto dalam kasus megakorupsi proyek e-KTP, Firman Wijaya selalu berlindung di balik hak imunitas sebagai pengacara.

Meski Firman selalu berlindung di balik hak imunitas, Didi menjelaskan pengacara yang salah menurut hukum akan tetap bisa dijerat seperti kasus Fredrich Yunadi yang bisa dijerat oleh KPK meski kerap berlindung di balik profesi pengacara.

"Setahu saya pengacara Pak Setya Novanto senjatanya selalu berlindung di balik hak imunitas. Anda bisa lihat saudara Fredrich Yunadi, bukan saya mau menyamakan kasus Bung Firman tapi sekali lagi hati-hati dengan hak imunitas," ujar Didi saat di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/2/2018).

(Baca Juga: Demokrat: Lebih Baik Kuasa Hukum Setnov Urusi Nama yang Hilang di Dakwaan Kasus E-KTP)

Ia mengingatkan, bahwa hak imunitas seorang pengacara atau advokat tetap mempunyai batasan tertentu. Seperti tidak boleh membuat pernyataan yang berisikan fitnah sehingga merugikan suatu pihak.

"(Hak Imunitas) ada batasnya, ada etikanya, ada ukuran tidak bisa orang memfitnah apalagi melakukan fakta persidangan di luar persidangan berbeda sama sekali, tadi kan enggak bisa jawab sama sekali saya tekan itu saja," ucapnya.

(Baca Juga: Firman Wijaya Minta SBY Buktikan Ada Pertemuan dengan Mirwan Amir Sebelum Sidang)

Sebab itu, Sekjen Demokrat ini mengatakan, Mirwan Amir saat memberi kesaksian di persidangan tidak pernah menyebut soal kekuatan besar partai pemenang Pemilu di balik kasus e-KTP. Karena itu, dirinya sangat tidak mengerti mengapa pengacara Firman bisa menganggap ada kekuatan besar di balik proyek e-KTP.

"Tapi kok beda yang disampaikan Pak Mirwan malah dikembangkan sampai heboh karena Mirwan tidak pernah katakan adanya kekuatan besar partai pemenang Pemilu mengintervensi e-KTP. Enggak bisa dijawab oleh Firman, kenapa mengatakan demikian," pungkasnya.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini