Integrasi BNN dengan TNI-Polri Jadi Kunci Sukses Pemberantasan Narkoba di Indonesia

Fiddy Anggriawan , Okezone · Sabtu 10 Februari 2018 12:14 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 10 337 1857570 integrasi-bnn-dengan-tni-polri-jadi-kunci-sukses-pemberantasan-narkoba-di-indonesia-0seRKG5Fsb.jpg TNI AL Amankan 1 Ton Sabu di Perairan Batam (foto: Antara)

JAKARTA - Kapal berbendera Singapura, Sunrise Glori yang membawa sabu dengan berat sekira 1 ton di Perairan Philips, berdekatan dengan perairan Kota Batam, Kepulauan Riau berhasil ditangkap oleh TNI AL.

Menanggapi hal tersebut, pengamat militer dan intelijen Susaningtyas Kertopati (Nuning) mengatakan, Badan Narkotika Nasional (BNN) sebagai penjuru perlu lebih memberdayakan semua instansi hukum di Indonesia untuk memberantas peredaran narkoba. Menurutnya, di seluruh dunia juga tampak bagaimana pihak kepolisian sebagai leading sector harus mampu merangkul dan mengoptimalkan seluruh kewenangan hukum yang dimiliki semua institusi.

"Overlaping kewenangan antara TNI AL dan aparat keamanan lainnya, termasuk dengan Polri harus dilihat sebagai bentuk integrasi dan bukannya rebutan untuk menonjolkan diri. Kesadaran untuk berintegrasi antar aparat keamanan di Indonesia adalah kunci sukses pemerintah Indonesia menyelamatkan generasi muda Indonesia," kata Nuning kepada Okezone, Sabtu (10/2/2018).

(Baca Juga: TNI AL Amankan Sabu 1 Ton di Perarian Batam)

Dia menambahkan, sinergi TNI dan Polri dalam memberantas narkoba harus bisa menjadi faktor penggentar pelaku tindak pidana narkoba sehingga mereka takut sekaligus menjadi model yang patut dicontoh negara lain.

"BNN juga dapat lebih terbuka dan akomodatif untuk menerima prajurit TNI sebagai organik di dalam struktur organisasi BNN sehingga sinergi betul-betul kuat. BNN seperti halnya Bakamla dapat diawaki oleh TNI, Polri, Jaksa dan aparat lainnya," urainya.

Dispenal menerangkan, pada Rabu 7 Februari sekira pukul 14.00 WIB, KRI Siguror menangkap Kapal Sunrise Glory di Perairan Selat Philips, dengan kordinat 01.08.722 U/103.48.022 T karena melintas di luar TSS dan masuk perairan Indonesia dengan mengibarkan bendera Singapora.

Pada saat pemeriksaan, dokumen yang ada di kapal diindikasikan palsu. Kemudian kapal tersebut ditarik ke Dermaga Batu Ampar Batam. Keesokan harinya, pada Kamis 8 Februari, sekira pukul 16.00 WIB, KRI menyerahterimakan kapal tangkapan itu ke Lanal Batam.

Pada Jumat 9 Februari sekira pukul 15.00 WIB, Kapal Sunrise Glory digeser dari Dermaga Batu Ampar ke Dermaga Lanal Batam, dan selanjutnya dilaksanakan pengecekan terhadap ABK Sunrise Glory oleh Tim WFQR Lantamal IV/Lanal Batam, BNN Pusat, BC Pusat dan BC Batam.

Guna memberikan keterangan lebih rinci, rencananya Wakasal bersama Kabareskrim Polri, Kepala BNN, Aspam Kasal, Pangarmabar, Kadispamal dan Kadispenal akan melakukan konfrensi pers siang nanti.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini