nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Meski Ditolak KPK, Ditjen Pas Tetap Kirim Usulan Bebas Bersyarat Nazaruddin ke Menkumham

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 09 Februari 2018 22:28 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 09 337 1857453 meski-ditolak-kpk-ditjen-pas-tetap-kirim-usulan-bebas-bersyarat-nazaruddin-ke-menkumham-wWwqierFKf.jpg Nazaruddin

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak usulan asimilasi serta bebas bersyarat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin yang diajukan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas).

Menanggapi hal tersebut, Ditjen Pas kekeuh akan mengirimkan rekomendasi bebas bersyarat untuk Nazaruddin ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonganan Laoly.

"Dirjen Pas tetap meneruskan usulan itu ke kementerian. Tentunya di sana ada pertimbangan lagi, karena satu rekomendasi enggak ada (dari KPK)," kata Kepala Bagian Humas dan TU Ditjen PAS, Ade Kusmanto saat dikonfirmasi, Jumat (9/2/2018).

Ade menjelaskan, berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 99/2012 tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan, pemberian asimilasi dan pembebasan bersyarat diatur pada Pasal 36, Pasal 36A, Pasal 38A, Pasal 43, Pasal 43A, Pasal 43B sudah sesuai dengan apa yang diusulkan untuk terpidana Nazaruddin.

Ditjen PAS saat ini sedang menunggu jawaban resmi dari lembaga pimpinan Agus Rahardjo terkait penolakan ‎usulan bebas bersyarat Nazaruddin. Berdasarkan PP Nomor 99/2012 itu, kata Ade, KPK memiliki waktu 12 hari untuk memberikan jawaban.

Menurut Ade, keputusan terakhir untuk rekomendasi bebas bersyarat Nazaruddin ada di tangan Menteri Yasonna, meskipun tidak ada rekomendasi dari KPK. Sebab, masih ada pertimbangan‎ hasil sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP).

"Tentunya menteri juga kan melihat pertimbangan-pertimbangan, ada pertimbangan KPK, ada rekomendasi (sidsng TPP)," ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua KPK Agus Rahardjo memastikan pihaknya tak akan memberikan rekomendasi untuk asimilasi dan pembebasan bersyarat untuk Nazaruddin. Salah satu alasan penolakan KPK lantaran Nazaruddin sudah banyak mendapat remisi.

(Baca Juga: Ketua KPK Tolak Usulan Nazaruddin Asimilasi Kerja Sosial di Pesantren)

Nazaruddin merupakan terpidana dua perkara, yaitu korupsi pembangunan Wisma Atlet SEA Games 2011 serta gratifikasi dan pencucian uang. Total Nazaruddin dihukum 13 tahun penjara dari dua perkara tersebut.

Nazaruddin dinilai telah memenuhi syarat baik administratif maupun substantif untuk mendapatkan asimilasi dan pembebasan bersyarat. Bahkan, lokasi asimilasi Nazaruddin sudah ditentukan di sebuah pondok pensantren, di Bandung, Jawa Barat.

(Baca Juga: Ketua KPK Ogah Berikan Rekomendasi Bebas Bersyarat kepada Nazaruddin)

Nazaruddin diusulkan mendapat asimilasi dan pembebasan bersyarat oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada 23 Desember 2017. Dia dinilai telah menjalani 2/3 masa hukuman pidananya terhitung sejak pertengahan Desember 2017.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini