KPK Ogah Tangggapi Pernyataan Fredrich Yunadi Terkait Dakwaan Jaksa Palsu

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 08 Februari 2018 14:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 08 337 1856596 kpk-ogah-tangggapi-pernyataan-fredrich-yunadi-terkait-dakwaan-jaksa-palsu-BmU9vnsH4E.jpg Juru Bicara KPK Febridiansyah (foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ogah menanggapi pernyataan Pengacara Fredrich Yunadi yang menyebut dakwaan Jaksa Penuntut KPK palsu dan penuh dengan rekayasa.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah, pihaknya akan tetap fokus dalam pembuktian dalam perkara dugaan merintangi proses penyidikan korupsi e-KTP dengan terdakwa Fredrich.

"Sesuai dengan perintah pengadilan, tadi kami sudah membawa terdakwa FY ke sidang. KPK tentu akan fokus ke substansi pembuktian. Hal-hal yang tidak substansial atau omongan-omongan saya kira tidak perlu terlalu diseriusi. Jika memang ada bukti silahkan diargumentasikan di sidang berikutnya," kata Febri dalam pesan singkatnya, Kamis (8/2/2018).

Febri menyampaikan, terkait pencabutan surat kuasa yang dialami Fredrich pun tidak ada hubungannya langsung dengan penyidik KPK. Menurut Febri, pencabutan kuasa, lebih erat hubungannya antara pemberi dan penerima kuasa.

"Jadi itu urusan SN (Setya Novanto) kalau memang ingin memperpanjang atau memutus kuasa untuk pengacara. Siapapun yang ditunjuk itu juga hak tersangka atau terdakwa," ucap Febri.

Fredrich sebelumnya geram mendengar isi dakwaan Jaksa Penuntut KPK. Bahkan, dia menuding bahwa isi dakwaan Jaksa KPK itu palsu.

"Jadi begini tadi saya sudah mendengarkan apa yg dibacakan dakwaan oleh JPU. Saya sudah jelaskan bahwa apa yang didakwaan dicantumkan itu palsu dan terang-terangan memalsukan," ujar Fredrich usai mendengarkan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Fredrich justru menuding Jaksa Penuntut KPK yang telah melakukan rekayasa atau kasus hukum yang menjeratnya. Dia mengklaim memiliki sejumlah bukti adanya rekayasa yang dilakukan oleh Jaksa Penuntut KPK.

"Banyak masalah dakwaan yg menyatakan ini itu semuanya itu palsu karena saya punya bukti slidenya. Saya akan membuktikan bagaimana mereka merekayasa," tutur dia.

Menurutnya, tidak ada rekayasa sama sekali yang dilakukan oleh dirinya. Apalagi soal insiden kecelakaan mobil yang dialami oleh Setnov dan beberapa orang lainnya.

"Kalau itu rekayasa apakah mungkin saya telepon kalian semua. Sekarang kalau itu dikatakan sakit ringan kapan jaksa punya wewenang menyatakan seseorang itu kecelakaannya itu ringan atau berat, pakah jaksa itu jadi dokter? Yang jelas setelah dri RS Permata Hijau yg dirawat 24 jam yang terjadi apa dipindahkan ke RSCM atas permintaan dari KPK," papar dia.

Dalam kasus ini Fredrich didakwa dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tersangka atau terdakwa ataupun para saksi dalam perkara korupsi. Dia didakwa bersama melakukan hal itu dengan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau Bimanesh Sutarjo.

Atas perbuatannya Fredrich disangkakan dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(muf)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini