nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Terima Surat Rekomendasi Bebas Bersyarat Nazaruddin dari Ditjen Pas

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 07 Februari 2018 20:41 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 07 337 1856292 kpk-terima-surat-rekomendasi-bebas-bersyarat-nazaruddin-dari-ditjen-pas-PHN5vMS3gW.jpg Muhammad Nazaruddin (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah menerima surat rekomendasi terkait asimilasi atau bebas bersyarat mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M Nazaruddin dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

"Tadi saya sudah cek benar KPK sudah terima surat tersebut tanggal 5 Februari 2018," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Rabu (7/2/2018).

Dalam surat itu, kata Febri, menyampaikan dua hal, yakni permintaan rekomendasi asimilasi kerja sosial dan pembebasan bersyarat terhadap Nazaruddin.

Kemenkumham membentuk Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) untuk membahas perihal bebas bersyarat tersebut. Bahkan, TPP itu, sambung Febri, sudah melakukan sidang dan menelurkan beberapa keputusan.

(Baca Juga: Satu Langkah Menuju Peluang Bebas Bersyarat untuk Nazaruddin)

Hasil sidang TPP itu telah memutuskan bahwa Nazaruddin secara administrasi dan subtansi telah memenuhi syarat untuk asimilasi atau bebas bersyarat. Sebab itu, KPK diminta rekomendasi terkait putusan tersebut.

"Itu versi di surat itu yah. Tim Kemenkumham. Sudah sidang, hasilnya dikirimkan ke KPK dan dimintai rekomendasi dari KPK," tutur dia.

Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, sebelumnya mengusulkan pemberian bebas bersyarat kepada Muhammad Nazaruddin. Dia dinilai telah menjalani 2/3 masa hukuman pidananya terhitung sejak pertengahan Desember 2017.

(Baca Juga: Nazaruddin Harus Cukup Puas dengan Remisi Tanpa Bebas Tanpa Syarat)

Nazaruddin sendiri sebelumnya divonis pidana penjara terkait dua kasus korupsi berbeda. Dua perkara tersebut yakni suap proyek pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Nazaruddin juga divonis karena terbukti menerima gratifikasi dari PT Duta Graha Indah (PT DGI)‎.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini