Menteri Luhut Akui Mobil Dinasnya Sering Diperiksa Petugas Badan Siber

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Selasa 06 Februari 2018 16:13 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 06 337 1855518 menteri-luhut-akui-mobil-dinasnya-sering-diperiksa-petugas-badan-siber-NiU6W6t2yX.jpg Menko Maritim, Luhut Binsar (foto: Kurniasih/Okezone)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan mobil dinas berplat RI 19 miliknya bukanlah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Melainkan diperiksa oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan tidak ada penyadapan.

"Kan memang setiap berapa bulan, ya ruangan itu disterilkan termasuk rumah juga mobil," ujar Luhut di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Dia mengatakan pemeriksaan itu bukan karena adanya kecurigaan terjadinya penyadapan, melainkan prosedur rutin yang harus dijalankan sebagai pejabat negara.

"Enggak sih, itu emang prosedur, SOP (Standing Operation Procedur)," jelasnya.

Lebih lanjut, pemeriksaan oleh BSSN bukan hanya terjadi pada dirinya namun juga oleh pejabat negara lainnya.

"Ya kadang-kadang mereka periksa gitu, dan bukan hanya saya. Tapi ga tahu siapa-siapanya. Macem-macem," ujarnya.

 (Baca juga: Cegah Penyadapan, Mobil Menteri Luhut Diperiksa Petugas Badan Siber)

Sebelumnya, pagi tadi 4 petugas berbaju batik terlihat memeriksa mobil Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan. Mobil dinas tersebut bertengger di depan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman.

Awal mulanya 4 orang petugas tersebut tiba di Kemenko Maritim dan langsung menghampiri mobil berplat RI 19 dan meminta untuk mobil tesebut dibuka.

Berdasarkan pantauan Okezone, pemeriksaan terjadi sekira pukul 10.54 WIB. Dalam kurun waktu sekira dari 13 menit pemeriksaan berlangsung. Pada pukul 11.07 ke-4 orang tersebut selesai melakukan pemeriksaan. Ke-4 petugas tersebut sempat diduga dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Hal ini pun telah dibantah oleh Kepala Biro Umum Kemenko Maritim Djoko Hartoyo yang mengatakan, pengecekan rutin oleh BSSN untuk memastikan tidak ada penyadapan.

"Iya kita yang mengundang. Kita yang minta (pemeriksaan). Siapa tau ada yang masang penyadap. Termasuk kita juga meminta personil dari BSSN untuk dipekerjakan di Kemenko Maritim," ujar Djoko dalam kesempatan yang berbeda.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini