Cegah Penyadapan, Mobil Menteri Luhut Diperiksa Petugas Badan Siber

Kurniasih Miftakhul Jannah, Okezone · Selasa 06 Februari 2018 14:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 02 06 337 1855433 cegah-penyadapan-mobil-menteri-luhut-diperiksa-petugas-badan-siber-SNnDPW31MG.jpg Menko Maritim, Luhut Binsar (foto: Okezone)

JAKARTA - Mobil Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Pandjaitan diperiksa oleh empat petugas yang mengenakan pakaian batik. Mobil dinas tersebut sedang bertengger di depan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dengan plat RI 19.

Diketahui keempat petugas tersebut sempat diduga dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, hal itu dibantah oleh pihak Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Pemeriksaan mobil Luhut berkaitan pengecekan rutin oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memastikan tidak ada penyadapan.

Kepala Biro Umum Kemenko Maritim Djoko Hartoyo mengatakan, pemeriksaan merupakan permintaan langsung oleh pihak Kemenko Maritim.

"Iya kita yang mengundang. Kita yang minta (pemeriksaan). Siapa tau ada yang masang penyadap. Termasuk kita juga meminta personel dari BSSN untuk dipekerjakan di Kemenko Maritim," ujar Djoko di Kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Dia menyatakan pemeriksaan merupakan agenda rutin yang dilakukan oleh kementeriannya. Hal ini dijelaskan dia, pemeriksaan dilakukan ketika datangnya tamu penting ke kantor Kemenko Maritim.

"Biasanya kalau ada tamu negara, Perdana Menteri (PM), sama (pemeriksaan oleh BSSN dilakukan). Kita juga lakukan itu. Waktu itu ada PM Skandinavia, Denmark, Norway ke sini, pasukan paspampres juga dari teman-teman BSSN melakukan standar sama dengan istana," jelas dia.

Pemeriksaan juga tak hanya dilakukan pada mobil Luhut, namun juga pada seluruh gedung Kemenko Maritim. Dia menyebutkan dari hal pemeriksaan tidak ditemukan adanya penyadapan.

"Enggak ada (penyadapan), aman," ujar dia.

Sebelumnya, berdasarkan pantauan Okezone terlihat empat orang petugas datang dengan berpakaian rapih mengenakan batik. Mereka langsung menghampiri mobil berplat RI 19 dan meminta untuk mobil tesebut dibuka serta langsung melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan terjadi sekira pukul 10.54 WIB. Dalam kurun waktu sekira dari 13 menit pemeriksaan berlangsung. Pada pukul 11.07 ke empat orang tersebut selesai melakukan pemeriksaan.

Kendati demikian, wartawan dilarang mengambil gambar oleh ke-4 orang tersebut. Beberapa wartawan yang telah berhasil mengambil gambar pun diminta ponselnya untuk di cek dan menghapus langsung hasil gambar.

Menanggapi hal ini, Djoko pun tidak mengetahui apakah hal itu bagian dari Standar Operasional Prosedur BSSN atau tidak.

"Siapa yang enggak bolehin (mengambil gambar)? (Orang yang periksa tadi). Ya, itu kan mungkin prosedurnya," ujar dia.

Dalam kejadian tersebut pun, keempat orang tersebut enggan menyebutkan berasal dari instansi apa.

"Biasanya lah, intelijen kan sukanya melakukan tugas dengan sunyi senyap," jelas Djoko.

Dirinya pun kembali menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan dari KPK, melainkan pemeriksaan rutin oleh Kemenko Maritim.

"Bukan KPK, Jadi ya teman-teman enggak ada sesuatu. Tolong jangan sebar-sebar berita hoax ya," pungkasnya.

(wal)

Loading...

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini