Jokowi Ancam Copot Kapolda & Pangdam Jika Tak Tanggap Karhutla

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 06 Februari 2018 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 06 337 1855418 jokowi-ancam-copot-kapolda-pangdam-jika-tak-tanggap-karhutla-iT9MR8xQrb.jpg Presiden Joko Widodo (foto: Ist)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk terus mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 2018.

Saat ini pemerintah telah membentuk Satgas Karhutla guna mencegah terjadinya kebakaran hutan Indonesia.

"Saya ingin ulang lagi apa yang saya sampaikan di 2016 dan 2017 lalu. Penanganan Karhutla ini yang sudah dibentuk satgas," kata Jokowi dalam arahannya dalam Rakor Pegendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

 Helikopter BNPB Padamkan Kebakaran Lahan Sembari Bawa Bendera Merah Putih

Satgas Karhutla terdiri dari berbagai elemen masyarakat, perusahaan, Gubernur, Bupati/Walikota, Polri serta TNI. Oleh sebab itu, Jokowi meminta seluruh pihak untuk saling bersinergi. "Aturan main kita masih sama," tegasnya.

 (Baca juga: Kebakaran Hutan Turun Drastis, Wiranto: Ini Belum Selesai!)

Kepala Negara menegaskan, akan mencopot Kepala Daerah, Kapolda, hingga Pangdam ‎apabila tak tanggap menangani Karhutla 2018. Bahkan, Jokowi telah menghubungi Kapolri Jendral Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto untuk langkah tegas tersebut.

"Dicopot. Sudah tegas ini saya ulang lagi. Paling kalau ada kebakaran, saya telepon Panglima, ganti Pangdamnya. kalau di provinsi mana. Kemudian saya telepon Kapolri, ganti Kapolda. Kalau kecil, Kapolres. ini langkah untuk gerakkan satgas," tegas mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

 (Baca juga: Hutan di Jalur Pendakian Menuju Puncak Gunung Talang Terbakar)

Meski demikian, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mengapresiasi kinerja Satgas Karhutla yang terus berupaya menekan meluasnya jumlah hotspot atau titik panas yang terdampak kebakaran selama 2016 dan 2017 lalu. Menurut Jokowi, daerah terdampak kebakaran terus menurun.

"Sudah ada lompatan kemajuan yang sangat signifikan dalam rangka penanganan karhutla. Menurut data yang diberikan pada saya, ada penurunan hotspot yang sangat signifikan. Tahun 2015 ada 21.929 hotspot, kemudian 2016 turun drastis jadi 3.915. Lalu 2017 turun jadi 2.567 hotspot, penurunan yang sangat jauh sekali," tuturnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini