Share

Setnov Sarankan Airlangga Tarik Fahri Hamzah ke Golkar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 05 Februari 2018 16:23 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 05 337 1854968 setnov-sarankan-airlangga-tarik-fahri-hamzah-ke-golkar-dY3X1OYisA.jpg Setya Novanto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Terdakwa perkara dugaan korupsi e-KTP, Setya Novanto (Setnov) menyarankan Ketua Umum (Ketum) Partai Golkar, Airlangga Hartarto untuk merekrut Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah ke partai berlambang pohon beringin.

Menurut Setnov, Fahri cukup mumpuni dan dapat loyal jika bergabung di partai berlambang pohon beringin. Namun, sambung Setnov, keputusan untuk merekrut Fahri mutlak ada di tangan Airlangga selaku Ketua Umum Golkar.

"Tentu kami serahkan kepada saudara Airlangga. Kalau saya secara pribadi, bukan hanya beruntung, tapi sayang kalau enggak bisa dapat seorang Fahri," ujar Setnov di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (5/2/2018).

(Baca Juga: Golkar Buka Pintu untuk Fahri Hamzah, Asal...)

Setnov pun memuji Fahri setinggi langit. Sebab, mantan Ketua DPR tersebut pernah bekerja bersama Fahri saat masih menjabat legislator. Menurutnya, selama berkerja sama di DPR, Fahri memiliki loyalitas yang cukup tinggi.

"Kalau Pak Fahri di tempat saya, pasti saya akan rembukin dia dengan ketua-ketua lain, untuk dia bisa menjadi orang yang menjadi prioritas utama. Dia memiliki dedikasi dan juga loyalitas yang sangat tinggi," kata Novanto.

(Baca Juga: Setnov Ungkap Strategi untuk Airlangga jika Golkar Ingin Menang di Pilkada & Pilpres)

(Foto: Fahri Hamzah)

Sebagaimana diketahui, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) enggan mengusung kembali Fahri Hamzah sebagai calon legislatif. Sehingga Fahri terancam gagal untuk kembali anggota DPR pada periode selanjutnya.

Fahri sendiri sempat bermasalah dengan sejumlah petinggi PKS. Saat itu, Fahri dipecat sebagai kader PKS, dan menempuh lewat proses hukum yakni gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Fahri memenangkan gugatan praperadilan melawan petinggi PKS tersebut. Alhasil, Fahri masih menyandang sebagai perwakilan dari PKS di lembaga parlemen.‎ Namun, PKS kembali mengajukan banding atas putusan PN Jaksel itu.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini