Nazaruddin Diusulkan Bebas Bersyarat, KPK Beberkan Pertimbangannya

Arie Dwi Satrio, Okezone · Sabtu 03 Februari 2018 13:44 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 03 337 1854227 nazaruddin-diusulkan-bebas-bersyarat-kpk-beberkan-pertimbangannya-Zo3Ey2WJaL.jpg Muhammad Nazaruddin. (Foto: Antara)

JAKARTA – Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, mengusulkan pemberian bebas bersyarat kepada mantan bendahara umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Namun, Nazaruddin harus melewati proses asimilasi atau pembauran di masyarakat sebelum mendapat pembebasan bersyarat.

Saat ini proses usulan bebas bersyarat untuk Nazaruddin masih dilakukan verifikasi atau ditelaah ‎data-datanya oleh pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen Pas) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Sebab, surat usulan tersebut baru diterima pihak Ditjen Pas dari Lapas Sukamiskin beberapa hari lalu.

Nantinya, pihak Ditjen Pas berkoordinasi atau meminta rekomendasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎ setelah data-data persyaratan asimilasi dan bebas bersyarat Nazaruddin selesai diproses.

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah memberikan pandangannya terkait usulan bebas bersyarat terhadap Nazaruddin itu. Ia mengatakan, usulan bebas bersyarat Nazaruddin setidaknya telah memenuhi beberapa persyaratan yang salah satunya pembayaran denda korupsi.

"Sampai saat ini untuk proses penyidikan dan penuntutan (Nazaruddin) itu tidak ada (permasalahan denda ataupun biaya pengganti)," ungkap Febri saat dikonfirmasi, Sabtu (3/2/2018).

(Baca: KPK Serahkan Proses Bebas Bersyarat Nazaruddin ke Kemenkumham)

Kemudian, kata Febri, sampai sekarang Nazaruddin juga tidak ada sangkutan dalam proses penyidikan serta penuntutan‎. Oleh karena itu, pemenuhan persyaratan tersebut dipandang sebagai dasar pihak Lapas Sukamiskin memberikan usulan bebas bersyarat untuk Nazaruddin.

"Nazaruddin tidak berposisi sebagai tersangka atau terdakwa. Tapi untuk proses yang lain, tahapan penyelidikan misalnya, atau tahap yang lain, tentu kami tidak bisa menyampaikan," jelasnya.

Nazaruddin sendiri sebelumnya divonis pidana penjara terkait dua kasus korupsi berbeda. Dua perkara tersebut yakni suap proyek pembangunan Wisma Atlet dan Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Kemudian, Nazaruddin juga divonis karena terbukti menerima gratifikasi dari PT Duta Graha Indah (PT DGI)‎.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini