nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pidatonya Diprotes, Jimly: Mudah-mudahan Jadi Pelajaran bagi Pak Tito

Fahreza Rizky, Jurnalis · Jum'at 02 Februari 2018 20:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 02 02 337 1854007 pidatonya-diprotes-jimly-mudah-mudahan-jadi-pelajaran-bagi-pak-tito-l9kqNkGpYg.jpg Ketua ICMI, Jimly Assihiddiqie (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tidak memiliki niat buruk dalam pidatonya yang menyinggung soal ormas Islam di Indonesia. Karenanya, ia menganggap polemik tersebut sudah selesai.

Dalam potongan video yang viral dan menuai protes, Tito menyebut hanya NU dan Muhammadiyah yang laik untuk didukung lantaran berjasa membangun dan mempertahankan eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Mudah-mudahan bisa jadi pelajaran bagi pak Tito pribadi, bagi petinggi TNI/Polri, pejabat, dan bagi kita semua. Tak usahlah kita besar-besarkan, cara Pak Tito bicara itu, karena dia junior saya, orang Palembang, saya sayang sama dia, saya sebagai intelektual juga ngomongnya udah kayak politikus, ceplas-ceplos. Niatnya baik tapi yang keluar jadi beda," kata Jimly saat dihubungi Okezone, Jumat (2/2/2018).

(Baca Juga: Jimly Asshiddiqie Ajak Semua Pihak Lihat Sisi Positif Pidato Kapolri)

Kendati begitu, Jimly mengatakan pernyataan Tito termuat banyak masalah bila ditilik lebih dalam. "Pertama, mengenai pengetahuan tentang sejarah, kedua tentang perspektif atau sikap. Sikap tidak mempersatukan, tidak melihat bangsa ini sebagai satu, dipecah-pecah. Kita jangan meneruskan, kita harus bersatu sebagai bangsa, jangan gara-gara Pilkada, Pemilu atau sistem demokrasi, itu jadi bertengkar, tidak bisa saling menghormati," jelasnya.

Jimly meminta kepada warga NU dan Muhammadiyah tidak menafsirkan pernyataan Tito sebagai pujian. Pasalnya, ia tidak ingin ada pengelompokkan umat Islam dalam kehidupan bernegara.

"Kita anggap selesai, jadi pelajaran, kita tangkap niat baiknya. Tapi jangan juga dianggap benar. Ini juga salah. Kalimatisasinya tidak pas, perspektif di balik kalimat tak terlalu tepat, mangkanya bisa dijadikan bahan sebagai pelajaran ke depan. Pak Tito orang baik, niatnya tak buruk," pungkas Jimly.

(Baca Juga: Fahri Hamzah Minta Para Pejabat Tak Buta Sejarah)

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini