Share

Polri Akan Bantu BPOM Berangus Peredaran Obat Mengandung DNA Babi

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 02 Februari 2018 17:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 02 337 1853872 polri-akan-bantu-bpom-berangus-peredaran-obat-mengandung-dna-babi-V044zM3zcO.jpg Karopenmas Polri Brigjen M Iqbal (Foto: Puteranegara)

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa obat Viostin DS dan Enzyplex positif mengandung DNA Babi. BPOM pun akan menarik seluruh peredaran dua obat yang terlanjur banyak dikonsumsi masyarakat itu.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Mohammad Iqbal menyebut akan membantu BPOM untuk memberangus peredaran dari dua jenis obat tersebut.

"Prinsipnya Polri mendukung. Bukan sekali ini saja BPOM menjadi mitra Polri dalam penegakan hukum," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/2/2018). 

(Baca Juga: Pedagang yang Jual Obat Mengandung DNA Babi Akan Diproses Hukum)

Menurut Iqbal, Polri akan menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berdasarkan dengan kewenangannya. Tetapi, dia menyatakan dalam hal ini, pihaknya akan turun tangan karena menyangkut kemaslahatan umat.

"Penegakan hukum bukan hanya ada di KUHP tetapi ada UJ yang mengatur regulasi pada domain masing-masing kelembagaan, kementerian, instansi stakeholder lainnya," ujar Iqbal.

BPOM sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa dua obat itu sudah diduga terkontaminasi DNA Babi sejak November 2017. Tetapi, karena produk tersebut sudah kadung beredar di pasaran, BPOM akhirnya menginstruksikan agar pihak produsen menarik produk, dan kepada jajaran BPOM untuk terus memantau di lapangan.

(Baca Juga: Viostin DS yang Ternyata Mengandung DNA Babi Banyak Dikonsumsi Ibu-Ibu)

Produk Viostin DS milik PT Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H. Sementara untuk tablet Enzyplex produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini