Share

Pedagang yang Jual Obat Mengandung DNA Babi Akan Diproses Hukum

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 02 Februari 2018 15:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 02 02 337 1853818 pedagang-yang-jual-obat-mengandung-dna-babi-akan-diproses-hukum-8XPelF6Jl7.jpg Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol M Iqbal (foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal menyebut pedangan yang masih menjual-belikan obat yang mengandung DNA Babi bisa diproses hukum.

Apalagi, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan bahwa obat Viostin DS dan Enzyplex positif mengandung DNA Babi. Oleh karenanya, BPOM akan menarik seluruh peredaran dua obat yang terlanjur banyak dikonsumsi masyarakat itu.

(Baca Juga: Viostin DS yang Ternyata Mengandung DNA Babi Banyak Dikonsumsi Ibu-Ibu)

"Jelas, jelas kalau ada alat bukti, motifnya apa, proses hukum," kata Iqbal di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (2/2/2018).

Terkait dengan hal ini, Iqbal menegaskan akan membantu BPOM untuk memberangus peredaran dari dua jenis obat itu. Mengingat, sejauh ini, BPOM dan Polri telah melakukan kerjasama.

"Prinsipnya Polri mendukung. Bukan sekali ini saja BPOM menjadi mitra Polri dalam penegakan hukum," ucap Iqbal.

Menurut Iqbal, Polri akan menjalankan tugasnya sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berdasarkan dengan kewenangannya. Tetapi, dia menyatakan dalam hal ini, pihaknya akan turun tangan karena menyangkut kemaslahatan umat.

"Penegakan hukum bukan hanya ada di KUHP tetapi ada UJ yang mengatur regulasi pada domain masing2 kelembagaan, kementerian, instansi stakeholder lainnya," ujar Iqbal.

(Baca Juga: Ratusan Jamu dan Obat Kuat Dimusnahkan karena Tak Miliki Izin Edar)

BPOM sebelumnya mengeluarkan pernyataan bahwa dua obat itu sudah diduga terkontaminasi DNA Babi sejak November 2017. Tetapi, karena produk tersebut sudah kadung beredar di pasaran, BPOM akhirnya menginstruksikan agar pihak produsen menarik produk, dan kepada jajaran BPOM untuk terus memantau di lapangan.

Produk Viostin DS milik PT Pharos Indonesia dengan nomor izin edar (NIE) POM SD.051523771 nomor bets BN C6K994H. Sementara untuk tablet Enzyplex produksi PT Medifarma Laboratories dengan NIE DBL7214704016A1 nomor bets 16185101.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini