nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nazaruddin Dapat Usulan Bebas Bersyarat dari Lapas Sukamiskin

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 02 Februari 2018 13:58 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 02 02 337 1853730 nazaruddin-dapat-usulan-bebas-bersyarat-dari-lapas-sukamiskin-iV5Ed0cirT.jpg Nazaruddin (foto: Okezone)

JAKARTA - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, mengusulkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, M. Nazaruddin untuk bebas bersyarat. Namun, Nazaruddin harus menjalani persyaratan asimilasi atau pembauran di masyarakat terlebih dahulu.

Sebagaimana hal itu diungkapkan Kabag Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), Ade Kusmanto. Menurut Ade, Kalapas Sukamiskin, Dedi Handoko telah mengusulkan asimilisasi untu Nazaruddin.

"Yang diusulkan saat ini adalah asimilasinya dalam rangka program pembebasan bersyarat,‎ satu paket. Karena untuk pembebasan bersyarat kan syaratnya adalah harus menjalani asimilasi dulu," kata Ade saat dikonfirmasi, Jumat (2/2/2018).

 (Baca juga: Simak! Ini Tanggapan Mahkamah Agung soal Status Nazaruddin sebagai Justice Collaborator)

Ade menambahkan, usulan tersebut saat ini telah diserahkan ke Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham), Yasonna Hamonganan Laoly. Namun, sambung Ade, jajaran Ditjen PAS harus meminta restu dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlebih dahulu.

"Masih proses, saat ini masih proses karena proses untuk asimiliasi itu, pihak Dirjen Pas meminta. rekomendasi‎ dari instansi penegak hukum dalam hal ini, KPK," terangnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kalapas Sukamiskin, Dedi Handoko tidak membantah adanya usulan bersyarat dari pihaknya itu. Sebab, Nazaruddin saat ini telah mendapatkan total remisi sebanyak 28 bulan.

"28 bulan total remisinya Nazaruddin," singkat‎ Dedi Handoko saat dihubungi secara terpisah.

(Baca juga: Nazaruddin Ditunjuk sebagai Justice Collaborator, KPK Dianggap Blunder)

Nazaruddin sendiri sebelumnya divonis dalam dua perkara korupsi berbeda. Dua perkara tersebut yakni terkait suap proyek pembangunan wisma atlet dan Gedung serbaguna Pemprov Sumatera Selatan. Nazaruddin juga divonis karena terbukti menerima gratifikasi dari PT Duta Graha Indah (PT DGI).

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini