nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vidi Gunawan Mengaku Jual Jam Tangan Milik Setnov Seharga Rp1,05 Miliar

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 01 Februari 2018 21:34 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 02 01 337 1853509 vidi-gunawan-mengaku-jual-jam-tangan-milik-setnov-seharga-rp1-05-miliar-iJF7VRAqRh.jpg Setya Novanto Jalani Sidang e-KTP (foto: Hafidz Mubarak/Antara)

JAKARTA - Vidi Gunawan, ‎adik dari pengusaha yang diduga sebagai pengatur tender proyek e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong mengakui pernah disuruh kakaknya menjual jam tangan merk Richard Mille milik Setya Novanto (Setnov). Vidi menjual jam tangan tersebut ke sebuah toko di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

Kata Vidi, jam tangan bermerk tersebut laku dijual dengan harga sekira Rp1,05 miliar. Sebagaimana hal itu diakui Vidi saat bersaksi dalam perkara dugaan korupsi proyek e-KTP, untuk terdakwa Setnov.

(Baca Juga: Setnov Masih Rahasiakan Aktor Besar di Kasus Korupsi E-KTP)

"Iya yang mulia disuruh (Andi Narogong) jual ke Blok M yang mulia, laku senilai Rp1,05 miliar yang mulia," ungkap Vidi kepada majelis Hakim di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (1/2/2018).

Vidi menjelaskan, setelah jam tangan bermerk Richard Mille tersebut laku terjual dengan harga Rp1,05 miliar, seluruh uang hasil penjualan kemudian diserahkan kepada kakaknya, Andi Narogong.

"Uangnya saya serahkan kakak saya lagi yang mulia," terangnya.

Vidi menambahkan, penjualan jam tangan Richard Mille tersebut dijual olehnya pada rentang waktu tahun 2016. Dia menjual di sebuah toko jual beli jam tangan second di daerah Blok M, Jakarta Selatan.

(Baca Juga: Cerita Setnov Makan Sebungkus Nasi Goreng Rame-rame di Rutan KPK)

Sebagaimana dalam dakwaan, Setnov disebut menerima jam tangan bermerk Richard Mille tipe RM 011 seharga 135 ribu dollar Amerika Serikat. Jam tangan tersebut merupakan pemberian dari Andi Narogong dan Johannes Marliem.

Diduga, ‎jam tangan tersebut sebagai ucapan terima kasih dari Andi Narogong dan Johannes Marliem karena telah meloloskan anggaran proyek e-KTP di DPR. Keduanya, merupakan pengusaha yang ikut andil dalam pelaksanaan proyek e-KTP.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini