nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Bertemu Kapolri, Hamdan Zoelva Sebut Pidato Kontroversial Tito Disampaikan pada 2017

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 15:33 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 01 31 337 1852687 usai-bertemu-kapolri-hamdan-zoelva-sebut-pidato-kontroversial-tito-disampaikan-pada-2017-iRGqsNU7h3.jpg Hamdan Zoelva

JAKARTA - Video pidato Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang membahas soal ormas Islam ternyata terjadi pada tahun 2017 saat memberikan pidato di Pondok Pesantren (Ponpes) milik Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Maaruf Amin. Sebelumnya, pidato itu ditulis terjadi pada tahun 2016.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva usai bertemu Tito di rumah dinasnya, Jakarta Selatan, Rabu (31/1/2018). Namun, sayangnya, Tito tak ikut memberikan keterangan kepada awak media.

"Pertama disampaikan, bahwa pernyataan itu disampaikan di Ponpes Kiai Maaruf Amin dalam sebuah acara internal dari NU pada Februari 2017. Jadi pernyataan itu sudah cukup lama," ujar Hamdan usai mendengar klarifikasi Tito terkait pidatonya.

Pidato Tito yang menuai polemik adalah soal pernyataannya yang menyebutkan hanya dua ormas Islam di Indonesia yang layak didukung karena memiliki jasa kepada Indonesia hanya Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Sedangkan ormas yang lainnya, dikatakan Tito, hanya nomor sekian.

(Baca Juga: Hamdan Zoelva Temui Kapolri Minta Klarifikasi Pidato soal Ormas)

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menuturkan pertemuan dengan Tito adalah hal penting, lantaran pernyataan itu telah membuat resah masyarakat. Oleh karenanya, dia ingin mendengar langsung kronologi dan klarifikasi dari Tito.

"Tadi kami minta klarifikasi tentang pernyataan itu dan menyampaikan kronologi cerita yang cukup lengkap tentang bagaimana pernyataan itu sebenarnya," papar dia.

Usai pertemuan, sekira dua jam itu, Hamdan mengaku telah mendapatkan informasi yang lebih jelas. Meskipun, sebelumnya dia mengaku sangat memprotes pernyataan dari Tito mengenai ormas tersebut.

"Setelah mendapat penjelasan itu kami bisa memahami, tak ada niat sama sekali beliau untuk mengenyampingkan ormas islam lain dan untuk menyatakan ormas lain merontokan negara," papar dia.

Kesempatan yang sama, Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Mohammad Iqbal, menyatakan bahwa, Kapolri telah menjelaskan dan mengklarifikasi pidatonya secara rinci kepada ormas Syarikat Islam.

"kesimpulannya adalah pak Hamdan ingin mendengar secara langsung dari Kapolri tentang video yang viral mengandung intepretasi masing masing dimana siapapun yang menontonnya. Alhamdulilah pak Hamdan senang mendengar penjelasan Kapolri," tutup dia.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini