nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hamdan Zoelva Temui Kapolri Minta Klarifikasi Pidato soal Ormas

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 31 Januari 2018 14:14 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 01 31 337 1852637 hamdan-zoelva-temui-kapolri-minta-klarifikasi-pidato-soal-ormas-P6vehqSQVL.jpg Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Umum Syarikat Islam Hamdan Zoelva menyambangi rumah dinas Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membahas pernyataannya soal ormas yang saat ini ramai diperbincangkan masyarakat. Ia ingin meluruskan pernyataan Tito soal ormas saat berpidato pada tahun 2016 lalu.

"(Ingin bertemu) Itu masalah video yang viral itu. Iya ingin mengklarifikasi, sudah janjian ya," ucap Hamdan saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu (31/1/2018).

Pernyataan Tito yang dianggap sekelompok orang menuai polemik adalah, lantaran menyatakan bahwa hanya dua ormas Islam, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah yang laik didukung karena memiliki jasa kepada Indonesia.

Sebab itu, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengungkapkan, Kapolri akan menggelar pertemuan dengan sejumlah Ormas Islam menyusul pernyataannya yang ramai diperbincangkan masyarakat. "Nanti akan ada pertemuan dengan organisasi-organisasi islam. Kami silaturahmi," ujar Setyo, Selasa 30 Januari 2018.

Menurut Setyo, pernyataan yang dilontarkan Tito itu terjadi pada 2016. Ketika itu, lanjut Setyo, sedang berlangsung acara Memorandum of Understanding (MoU) dengan NU.

"Saya waktu itu masih Kadiv Hukum, bahkan gambarnya viral ada gambar saya disitu. Saya masih Kadiv Hukum. dan di Kantor PBNU kalau enggak salah," tutur Setyo.

Maksud dan tujuan digelarnya pertemuan ormas Islam ini, sambung Setyo, untuk memberikan pemahaman yang sebenar-benarnya terkait dengan pernyataan dari Kapolri. "Ya mau memberikan penjelasan," ucap Setyo.

Pernyataan Tito ini kembali viral melalui cuplikan video di kalangan masyarakat. Bahkan, hal tersebut bertambah ramai diperbincangkan setelah Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain membuat surat terbuka mempertanyakan pandangan Tito.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini